Berita

dipo-rahimandani-saleh/rmol

Pemuda Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah Patuhi Konstitusi

SABTU, 26 NOVEMBER 2011 | 20:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pemuda Muhammadiyah selama ini kerap mengkritik kebijakan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang tidak sesuai dengan kepentingan dan aspirasi rakyat. Meski begitu, tidak pernah terbesit sedikitpun di benak under bouw Muhammadiyah itu untuk menurunkan SBY-Boediono di tengah jalan.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, pada saat pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pemuda Muhammadiyah dengan tema Konsolidasi Gerakan Menuju Sinergitas Program di Hotel Mega Matra, Matraman, Jakarta, Jumat malam (25/11). Hadir pada pembukaan Rakornas tersebut Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam.

Tapi, kata Saleh mengingatkan, syaratnya pemerintahan SBY-Boediono tidak melanggar konstitusi dan tidak mengkhianati rakyat.


Di tempat yang sama, dalam sambutannya, Dipo Alam menyambut baik apa yang disampaikan Saleh. Bahkan Dipo berterimakasih kepada Pemuda Muhammadiyah yang selama ini menjadi penyeimbang pemerintah lewat kritikan konstruktif.

"Pemerintah sangat membutuhkan tukang kritik seperti Pemuda Muhamamdiyah ini. Karena (kritik ini) dapat menjadi indikator awal tentang respons masyarakat terhadap kebijakan pemerintah," ungkap Dipo Alam.

Soal pertemuannya dengan Pemuda Muhammadiyah, khususnya dengan Saleh P. Daulay diakuinya bukan sesuatu yang kebetulan. Diceritakan Dipo, pertemuannya dengan Saleh bermula pada saat pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, belum lama ini.

"Pertemuan saya dengan Pemuda Muhammadiyah di sela-sela ibadah di Tanah Suci. Jadi menurut saya, pertemuan ini jelas bukan kebetulan. Tapi memang ada skenario dari Allah SWT," aku Dipo, mantan aktivis sewaktu masih menjadi mahasiswa Universitas Indonesia ini.[zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya