Berita

syahganda nainggolan/ist

Buruh Bergejolak, Menteri Imin Kok Malah Sibuk Urus Kirab Resolusi Jihad NU

JUMAT, 25 NOVEMBER 2011 | 19:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Unjuk rasa kelompok buruh di Batam sejak Rabu, (23/11) lalu yang menuntut penetapan upah minimum pada 2012 sebesar Rp 1,76 juta berakhir ricuh. Demo buruh yang berakhir rusuh itu sangat disayangkan.

Pasalnya, belum lama ini, tepatnya April tahun lalu, demo ribuan karyawan perusahaan galangan kapal PT Naninda di kota tersebut juga berakhir ricuh dan bahkan sempat merenggut nyawa buruh.

"Belajar dari itu, Batam yang kita andalkan sebagai barometer kemajuan industri kita, harusnya bisa menjadi perhatian pusat. Yang saya sesalkan kenapa bisa terjadi kerusuhan seperti lagi," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online petang tadi (Jumat, 25/11).


Kerusuhan yang sama juga terjadi di Bekasi. Buruh demo bergejolak bahkan sampai bakar-bakaran. Makanya tak pelak buruh bentrok dengan aparat keamanan. Tak hanya itu, kisruh buruh di Freeport juga sampai saat ini belum ditemukan solusinya.

Karena itulah Syahganda tak habis pikir, kenapa Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar masih mengerjakan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan ketenagakerjaan pada saat para buruh menggelar unjuk rasa. Ketua Umum PKB itu malah sibuk menggelar Kirab Resolusi Jihad NU sejak Minggu lalu.

"Kelihatan Pak Muhaimin itu lebih banyak, bisa kita lihat di media, ngurusin urusan diluar ketenagakerjaan. Akhirnya tidak terpantau apa yang menjadi keresahan di kalangan buruh," beber mantan Ketua Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) '98.

"Menteri Tenaga Kerja sibuk ngurus Kirab Resolusi jihad, yang seharusnya dia lebih konsentrasi pada urusan yang menjadi tupoksinya. Apalagi Presiden pada saat reshuffle kabinet lalu meminta, kalau bisa para menteri bekerja 24 jam di bidangnya," tandas Syahganda. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya