Berita

Rhenald Kasali

Wawancara

WAWANCARA

Rhenald Kasali: Protes DPR Memberi Sinyal KPK Tidak Ingin Dilanjutkan

KAMIS, 24 NOVEMBER 2011 | 08:25 WIB

RMOL. Komisi III DPR dinilai sengaja mengulur-ulur waktu dalam melakukan fit and proper test calon pimpinan KPK. Makanya mempersoalkan hal-hal sepele.

“Secara pribadi saya menilai ini upaya mengulur-ulur saja. Sebab, mereka punya waktu se­bulan melakukan seleksi,’’ kata anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK, Rhenald Kasali, kepada Rakyat Merdeka, Senin (21/11).

Seperti diberitakan, Komisi III DPR menunda  fit and proper test  calon pimpinan KPK, Abraham Samad. Sebab, menemukan do­kumen yang menyebutkan keke­liruan dalam penguasaan surat La­poran Harta Kekayaan Penye­lenggara Negara (LHKPN).

Pemegang kuasa pemeriksa formulir LHKPN masih tercatat pimpinan KPK periode pertama ketika dipimpin Taufiqurrahman Ruki, bukan periode saat ini.

Rhenald Kasali selanjutnya mengatakan, pihaknya telah me­minta klarifikasi harta kekayaan delapan calon pimpinan KPK tersebut.

“Pansel KPK meminta pen­je­lasan ba­gai­mana para calon ter­­se­but mendapatkan harta keka­yaannya dan harta tersebut apa saja,” ungkap Guru Besar Fa­kultas Ekonomi UI itu.

Berikut kutipan se­lengkapnya:


Kenapa Anda ber­pikiran bah­wa DPR mengulur-ulur waktu?

DPR pernah mempermasalah­kan jumlah calon pimpinan KPK. Namun akhirnya sepakat delapan orang seperti diajukan Pansel Pimpinan KPK. Sekarang mem­persoalkan yang lain.  


Ada apa di balik itu?

Saya sebagai anggota masyara­kat biasa, melihat ini adalah upaya mengulur waktu saja. Me­nurut saya, yang penting dari kejadian ini adalah makna tersirat di dalamnya.


Apakah ada muatan politis?

Kalau disebut politis, itu jelas. Sebab, DPR kan lembaga po­litis. Saya m­e­lihat ada kecenderungan agar kebe­radaan KPK tidak dilan­jutkan.  Ini bisa dilihat dari pro­tes dan upaya-upaya yang dilakukan anggota DPR, ada sinyal me­ngarah ke sana.


Kenapa be­gitu?

Yang dipersoalkan DPR tidak pada substansi. Seharusnya  meng­investigasi laporan yang masuk ke mereka. Misalnya men­datangi rumah calon pimpinan KPK. Nanti bisa mewancarai keluarga dan tetangganya. Kalau DPR hanya berkutat tidak pada masalah substansi, nanti waktu mereka mepet untuk melakukan investigasi.


Bagaimana saran Anda?

Apabila ada calon yang berma­sa­lah, ya teliti saja. Kalau ada ke­kurangan, tugas DPR meleng­ka­pinya. Bila suratnya merupakan kuasa ketika Pak Taufiqurrahman Ruki, ya silahkan minta lagi ke­pada pimpinan KPK saat ini.


Bagaimana saran Anda?

Apabila ada calon yang berma­sa­lah, ya teliti saja. Kalau ada ke­kurangan, tugas DPR meleng­ka­pinya. Bila suratnya merupakan kuasa ketika Pak Taufiqurrahman Ruki, ya silahkan minta lagi ke­pada pimpinan KPK saat ini.


Apa saja yang Pansel terha­dap laporan kekayaan calon pim­pinan KPK?

Kami menelusuri harta keka­yaan calon Pimpinan KPK dan membuat penjelasan mengenai kekayaannya. Pansel bukan kantor pajak, yang bisa melaku­kan penyelidikan. Pansel tidak berhak menanyakan kepada pi­hak bank untuk membuka data kekayaan mereka.

Apa Pansel meminta ban­tuan pihak lain?

Kami menguji dan mengetes menggunakan berbagai pihak, seperti BIN, BPK, dan berbagai LSM seperti ICW dan Mappi. Mereka melakukan penyelidikan yang hasilnya dilaporakan ke­pada Pansel.


Dari hasil seleksi Pansel, apa­kah delapan orang tersebut ber­sih?

Kami sudah memberikan ran­king, empat orang teratas adalah terbersih. Kita harus menyadari bahwa di antara mereka ada ke­lebihan dan kekurangan masing-masing.

Misalnya ada yang bersih, tapi tingkat keberaniannya tidak he­bat. Atau ada yang punya masa­lah, tapi punya keberanian yang besar dalam memberantas ko­rupsi.   [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Tinjau Situs Bersejarah

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:59

KPK Harus Berani Ungkap 'Borok' Sejumlah Forwarder di Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:40

Kalkulasi Strategis Akuisisi Rudal BrahMos

Jumat, 26 Juni 2026 | 03:27

Gabungan Aliansi BEM Nasional Tolak Penunggangan Gerakan Mahasiswa

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:57

Siapa Sebenarnya Pengkhianat?

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:40

Perlindungan Warga Sipil Papua Harus Berbasis Riset dan Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 | 02:20

Ini Pesan Panglima TNI kepada 1.737 Perwira Remaja yang Baru Dilantik

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:58

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Berikut Usulan Perpemindo ke KSP soal Penempatan PMI

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:01

Jembatan Pemikiran Frans Seda

Jumat, 26 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya