Berita

ilustrasi

PILKADA DKI JAKARTA

Gubernur Mendatang Harus Bisa Tingkatkan Kesenangan Warga Ibukota

SELASA, 22 NOVEMBER 2011 | 16:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Gubernur DKI Jakarta di masa mendatang harus bisa melayani masyarakat Ibukota, khususnya warga miskin secara maksimal, agar bisa merasakan happiness atau kesenangan yang tinggi sebagai masyarakat megapolitan.

"Jakarta ini kan megapolitan. Istilah megapolitan bukan hanya satu penduduk yang besar, tapi tingkat kebahagiaan yang tinggi dari penduduknya," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke-Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon pagi tadi (Selasa, 22/11).

Menurut Syahganda, area perumahan warga saat ini semakin sempit, karena semakin banyaknya penduduk warga Ibukota. Hal ini tentu juga akan berimplikasi semakin sempitnya area bermain. Karena itu, perlu dibangun ruang bermain dan ruang terbuka hijau lagi.


"Misalkan bagaimana penduduk itu mempunyai ruang terbuka hijau yang luas. Jadi harus banyak seperti Monas (Monumen Nasional) itu. Kalau gang-gangnya sudah sumpek, dia akan main ke luar. Di sini ruang terbuka hijau harus ditingkatkan hingga 30 persen," jelasnya.

Begitu juga terhadap persoalan kemacetan, dia manyarankan, persoalan ini harus diurai satu per satu. Syahganda menyarankan konsep kereta api commuter line, kereta api bawah tanah, busway dan jalur sepeda harus dibangun secara paralel, tidak boleh sepotong-potong. "Itu yang harus dituntaskan. Busway dituntaskan, tapi monorel dan MRT-nya juga harus jalan. Itu yang harus dipikirkan," ungkapnya.

Hal lain, yang juga harus dipikirkan calon gubernur Jakarta mendatang adalah bagaimana cara memperbaiki sistem lalu lintas ke arah pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Selama ini kan sudah dicoba, ya dimantapkan lagi bagaimana caranya supaya orang tidak terjebak macet. Karena arus lalu lintas logistik dengan arus lalu lintas pribadi itu berhimpitan," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya