Berita

Jubir PPP: Tak Penting Setgab SBY-Boediono Dibubarkan atau Tidak

SELASA, 22 NOVEMBER 2011 | 11:29 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Karena Sekretariat Gabungan Partai Pendukung Pemerintahan SBY-Boediono tidak mau duduk bersama membahas RUU Pemilu, beberapa partai yang menjadi anggotanya geram. Bahkan, satu dua partai ada yang bersuara keras, agar Setgab itu sebaiknya dibubarkan saja, seperti disampaikan PKB dan PAN. Karena selama ini Setgab hanya memperhatikan keinginan partai besar.

Bagaimana dengan PPP?

"Kalau PPP, Setgab ini kan sebenarnya kayak forum syaring saja. Dibubarkan atau tidak dibubarkan ya menurut saya itu tidak penting," ungkap Jurubicara PPP Muhammad Arwani Thomafi kepada kepada Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon (Selasa, 22/11).


Meski memang dia berharap, Setgab menjadi tempat untuk menelorkan kebijakan-kebijakan, yang betul-betul bisa memperbaiki kualitas penyelengaraan Pemilu dan hasil Pemilu itu memuaskan masyarakat. Dia mewanti-wanti agar partai politik tidak menggunakan pendekatannya untuk kepentingan partainya dalam membahas RUU Pemilu itu. "Sekali pendekatan itu yang dilakukan, rakyat dan masyarakat akan dianaktirikan," jelasnya.

Dia menegaskan, Setgab belum pernah melakukan pertemuan untuk membahas RUU Pemilu tersebut. Meski diakuinya, PPP dan Partai Demokrat sudah pernah duduk bersama. Dan dia tidak tahu, apakah Demokrat mengajak partai-partai secara tersendiri untuk membincangkannya.

"Kita sudah diajak bicara oleh Demokrat. Tetapi yang diharapkan itu adalah meluruskan kepentingan dari Setgab itu sendiri, agar tidak terjebak pada permainan adu kuat ini. Permainan adu kuat ini akan menomorduakan rakyat dan kepentingan masyarakat," jelasnya.

"Ya tentang RUU Pemilu juga ada (dibahas). Tapi belum ada kesepakatan. Yang satu ngotot (kenaikan) PT, mestinya tidak dalam posisi itu. Kalau PPP ngototnya harus konsisten, pilihan dari awal sistem proporisonal, ya diberlakukan di pasal-pasal berikutnya. Tidak perlu melakukan perubahan yang sebenarnya tidak menjadi problem di 2009,"  tegasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Ini Pemicu Perubahan Sikap Jokowi ke Prabowo

Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:15

Prancis Membara, Demonstran Bakar Gedung Pemerintah hingga Jarah Toko

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:57

OMC di Sumsel Turunkan Polusi Asap dari Kategori Berbahaya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:40

Kopdes Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Generasi Muda

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:32

Gerindra Pilih Redam Polemik Gibran

Minggu, 18 Oktober 2026 | 07:21

Dua Tahun Rezim Prabowo-Gibran: Double-Track Menuju Swasembada Energi

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:55

Ketum BPP HIPMI Ajak Pelaku Usaha Tetap Optimistis di Tengah Gejolak Pasar

Minggu, 18 Oktober 2026 | 06:23

Seorang Peserta ITB Ultra Marathon 2026 Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:47

Desa dalam Otonomi Terpasung

Minggu, 18 Oktober 2026 | 05:21

Operasi Badai Kasuari Sukses Rampas Kembali Persenjataan OPM

Minggu, 18 Oktober 2026 | 04:59

Selengkapnya