Berita

syahganda nainggolan/ist

PILKADA DKI JAKARTA

Syahganda Nainggolan: Cagub Jakarta Harus Punya Konsep Great Jakarta

SELASA, 22 NOVEMBER 2011 | 08:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. para calon gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung pada tahun depan harus memiliki konsep Great Jakarta atau Jakarta Raya, seperti Great Tokyo yang ada di Jakarta. Konsep ini penting, karena Jakarta tidak bisa hidup sendiri tanpa ada kerja sama dengan daerah-daerah penyangga Jakarta.

"Karena Jakarta tidak bisa hidup sendiri. Dia tergantung dari mobilitas penduduk yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya. Penduduk Jakarta ini kalau malam kan sekitar 10 juta. Sementara siang 18-20 juta. Ini karena mobilitas kerja di Jakarta yang pulang pergi," kata Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke-Circle Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon pagi ini (Selasa, 22/11).

Dengan adanya konsep Great Jakarta itu, sambung Syahganda, ke depan gubernur Jakarta harus menjadi koordinator terhadap daerah-daerah atau kota penyangga Jakarta. Makanya, perlu membuat serangkaian kesepakatan yang terkait dengan hajat dan kebutuhan bersama. Misalnya, tentang pencegahan banjir yang disebabkan banjir kiriman.


Menurut Syahganda, ke depan tidak bisa sembarangan orang merusak area pegunungan dan hutan di Puncak. Gubenur Jakarta juga berhak untuk mencegah kalau terjadi penebangan pohon. Tapi sebaliknya, Gubernur Jakarta melakukan penghijauan bersama-sama dengan Pemda Bogor, Tangerang, atau daerah lainnya.

"Jadi mencegah banjir di Jakarta ada dua hal. Satu banjir yang karena permukaan laut tinggi, maka harus dibangun bendungan. Kalau yang dari gunung, harus membuat reboisasi yang besar-besaran di Puncak dan sekaligus oase-oase untuk menangkap air. Jadi air itu jangan sampai masuk ke Jakarta," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya