Berita

ical

Tak Perlu Dilobi, Semua Partai akan Merapat kalau Ical Terpopuler

SELASA, 22 NOVEMBER 2011 | 07:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Hingga saat ini, dari enam partai koalisi partai pendukung pemerintah, baru dua partai yang mulai menggadang-gadang ketua umumnya sebagai calon presiden. Yaitu, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.

Meski empat partai lagi, Partai Demokrat, PKS, PPP dan PKB, belum mengeluarkan nama calon, Partai Golkar mengaku tidak akan mendekati partai-partai tersebut untuk mendukung Ical, panggilan Aburizal Bakrie.

"Kita sebetulnya nggak perlu merebut (hati empat partai itu). Partai-partai nanti otomatis langsung merapat kalau ada (calon) yang populer. Dulu kan begitu ketika Pak SBY populer, semua partai langsung merapat tanpa diminta kan? Begitu juga dengan Pak Ical. Kalau populeritasnya tinggi, otomatis akan lari berbondong-bondong mendekat semua," kata Ketua DPP Partai Golkar Firman Subagyo kepada Rakyat Merdeka Online lewat sambungan telepon kemarin.


Kalau seperti argumennya, apakah bila Hatta Rajasa yang lebih populer dibanding Ical Golkar akan juga merapat. Ditanyakan hal tersebut, Firman menepis. Karena, secara implisit dia tidak percaya Hatta akan mengalahkan populeritas Ical. 'Kalau (melihat) track record-nya, saya yakin Ketua Umum (Ical) sayalah. Treck record ketua umum saya kan sudah terukur," katanya seraya tertawa.

Anggota Komisi VI DPR ini membeberkan hasil survei yang digelar Lingkaran Survei Indonesia, Lembaga Survei Indonesia, dan Reform Institute, elektabilitas Ical tertinggi.  "Dari ukuran situ kan sudah jelas, sampai hari ini (Ical) tertinggi. Namun kita tidak sampai di situ. Kita harus kerja keras menjual konsep Pak Ical kepada rakyat," jelasnya.

Apakah ada kemungkinan Golkar berkoalisi dengan PAN?

"Kalau koalisi itukan semua dimungkinkan. Tapi kembali lagi nanti (itu tergantung) elektabilitas masing-masing kan. Sekarang ini kan rakyat yang milih. Maka ukurannya tingkat elektabilitas," tandasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya