Berita

Abdul Kadir Karding

Wawancara

WAWANCARA

Abdul Kadir Karding: Mayoritas Fraksi Setuju Dibentuk Badan Penyelenggaraan Haji

MINGGU, 20 NOVEMBER 2011 | 08:46 WIB

RMOL. Carut-marutnya sistem penyelenggaraan ibadah haji membuat DPR mau membentuk badan khusus.

“Secara umum masalah pe­nyelenggaraan haji harus diper­baiki. Solusinya dengan mem­buat badan yang mengelola dan menyelenggarakan ibadah haji,” ungkap Ketua Komisi VIII DPR, Abdul Kadir Karding, kepada Rakyat Merdeka, Rabu (16/11).

Menurut Karding,  dengan cara ini penyelenggaraannya lebih profesional, sehingga kualitas pelayanan kepada jamaah haji Indonesia bisa lebih baik.

“Kami mendorong terbentuk­nya badan yang melaksanakan penyelenggaraan haji. Agar pe­lak­sanaannya lebih profesional,” ujar politisi PKB itu.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apakah semua fraksi di Ko­misi VIII DPR setuju pemben­tukan badan ini?

Saya tidak tahu sikap teman-teman  PPP. Yang jelas PKB, PDI Perjuangan, PKS, Gerindra, Hanura, dan Partai Demokrat pada prinsipnya setuju dibentuk badan.

Konsep badan itu harus dikaji dengan sungguh-sungguh agar maksud baik tidak menjadi kontra-produktif.


Bagaimana dengan lan­­dasan hu­kum­nya?

Kami akan mengusulkan pem­bentu­kan badan tersebut di dalam peru­bahan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 yang saat ini sedang kami bahas.

Dengan dibentuknya badan tersebut, Kemenetrian Agama bisa lebih fokus pada bimbingan dan pendidikan keagamaan ma­syarakat. Sedangkan ba­dan ini di bawah lang­sung presiden.


Bagaimana sikap Komisi VIII DPR ter­hadap pe­ngel­­o­laan haji tahun ini?

Secara umum kami belum me­nyimpulkan seperti apa. Penda­pat yang disampaikan di media me­rupakan pandangan teman-teman Komisi VIII DPR secara pribadi. Tapi ada beberapa per­masalahan haji yang mencolok yang kami temui pada saat pe­nyelenggaraan haji.


Apa saja itu?

Pertama, jamaah yang tidak tertampung di tenda-tenda di Mina ataupun di Arafah, sehingga ada yang harus tidur di luar tenda. Ini terjadi pada jamaah dari kloter Palu, Pekalongan, Semarang.

Kedua,  makanan yang disaji­kan secara prasmanan membuat antri lebih sejam. Bahkan ada yang tidak mendapat makanan.


Apa Komisi VIII DPR sudah mengarahkan agar tidak mene­rap­kan cara prasmanan?

Sebelumnya sudah ada kese­pakatan dalam rapat kerja antara pemerintah dengan DPR agar jamaah haji diberikan nasi kotak. Namun kenyataannya diberikan secara prasmanan, sehingga ada yang tidak kebagian makanan.


Apa Komisi VIII DPR sudah mengarahkan agar tidak mene­rap­kan cara prasmanan?

Sebelumnya sudah ada kese­pakatan dalam rapat kerja antara pemerintah dengan DPR agar jamaah haji diberikan nasi kotak. Namun kenyataannya diberikan secara prasmanan, sehingga ada yang tidak kebagian makanan.


Apa itu saja masalahnya?

Kami juga menemukan  sekitar 200 jamaah mengalami diare. Itu terjadi sekitar pukul 01.00 di kloter 72, Jakarta, Aceh dan Makassar.


Selain itu?

Ada juga masalah pengang­ku­tan jamaah dari Mina-Muzdalifah yang terlambat karena armadanya sedikit.


Apa Menteri Agama di­pang­gil?

Tentu. Kami harus tahu alasan mereka kenapa menggunakan prasmanan.


Kenapa permasalahan haji te­rus terulang?

Banyak faktor yang menjadi penyebab. Bisa sistem, sumber daya manusia pengelolanya, bisa juga tidak komitmennya pihak-pihak yang bekerja sama dengan kita. Itu semua harus dievaluasi dan diselesaikan. [Harian Rayat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya