Berita

busyro muqoddas/ist

Ketua DPP PAN: Busyro Ngawur

SABTU, 19 NOVEMBER 2011 | 17:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas kembali banjir kritik, setelah dia menyarankan menteri dari partai politik dibersihkan dari kabinet. Pasalnya, kementerian dari kalangan partai politik akan diijadikan sebagai lahan mengumpulkan pundi-pundi anggaran.

Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto menyatakan sepakat seribu persen pada saat Busyro mengkritik perilaku pejabat yang hidup mewah. Karena itu betul-betul bisa dipahami.

"Tapi ketika Busyro minta kabinet bersih dari partai, ini sudah ngawur menurut saya. Kita, bagaimana pun menganut demokrasi multi partai. Partai politik adalah lembaga paling legilimated untuk menempatkan kadernya, baik di legislatif maupun eksekutif," katanya kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Sabtu, 19/11).


Menurut Bima, bila memang ada menteri dari partai yang terkait kasus korupsi, bukan berarti dengan serta merta semua menteri dari partai harus dibersihkan dari kabinet. "Tapi pembenahan harus dilakukan secara struktural. Nggak bisa main gebyah uyah, main pukul rata," tekan Bima.

Untuk mencegah menteri dari partai melakukan tindak pidana korupsi, ada dua hal yang harus dilakukan. Pertama, partai politik harus betul-betul selektif dalam menempatkan kader-kadernya di jabatan publik.

"(Kedua), aparat KPK dan (penegak hukum) yang lain juga harus melaksanakan fungsinya dan yang lain-lain. Jadi nggak bisa kita seperti itu (menteri dari partai dibersihkan). Karena bertentangan dengan realitas sosial politik Indonesia. Yang kita perbaiki adalah sistem kepartaiannya," tandas Bima. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya