Berita

ilustrasi hidup mewah

Tiga Saran Cecep agar DPR Tak Jual Beli Pasal dan Hidup Hedon

SABTU, 19 NOVEMBER 2011 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perlu pembenahan sistem perpolitikan dalam negeri, agar praktek jual beli pasal maupun kebijakan serta hidup hedon tidak terjadi lagi di kalangan pejabat, terutama di DPR.

Pembenahan sistem tersebut disampaikan analis politik The Indonesian Institute Cecep Efendi  kepada Rakyat Merdeka Online di Warung Daun Cikini Jakarta, Sabtu (19/11).

Pertama, menurut Cecep kelembagaan DPR harus diperkuat, terutama fungsinya sebagai aspirasi rakyat, khususnya menyuarakan aspirasi konstitutennya. "Anggota DPR harus berkunjung ke daerah pemilihannya (Dapil). Tugas teknis bisa (dilakukan) staf ahli. Jadi hubungan antara masyarakat daerah dengan wakilnya makin dekat. Sehingga terkontrol terus," ujar Cecep.


Jika sudah terkontrol, menurut Cecep, DPR tidak akan bisa melakukan kepentingan di luar kepentingan rakyat daerahnya. Kedua hubungan dengan Dapil harus dipertegas. Hal ini penting, agar anggota DPR yang terpilih betul-betul karena dikenal oleh masyarakat yang memilihnya. Bukan seperti sekarang DPR dipilih lebih disebabkan faktor uang, bukan kedekatan. Lebih lanjut lagi, terkait penegasan Dapil ini, Cecep menilai harus dikurangi daftar calon anggota legislatif.

"Persaingan yang keras terjadi di satu Dapil. Satu Dapil bisa mencapai hampir ratusan, akibatnya persaingan antar anggota sesama partai pun terjadi. Terjadilah politik uang," beber Cecep.

Ketiga, tambah Cecep, harus ada siaran televisi yang menyiarkan langsung segala pengambilan keputusan ataupun voting di Parlemen. Seperti hal yang sudah dilakukan di negara maju, ada siaran khusus. "Penting untuk konstituen sejauh mana wakil mereka mengedepankan kepentingan rakyatnya," jelas Cecep.

Jadi apabila rapat membahas kepentingan nasional dan publik, dilarang rapat tertutup dan harus disiarkan langsung kepada masyarakat. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya