Berita

ilustrasi/ist

Dradjad Wibowo: KPK Jangan Cuma Bikin Headline!

KAMIS, 17 NOVEMBER 2011 | 16:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

RMOL. Wakil Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Dradjad Wibowo menegaskan perlunya mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Prestasi KPK dinilainya cukup baik. Sejak 2004-2011 KPK sudah menggarap 265 terdakwa korupsi, 89 dari eksekutif, pejabat eselon I, II dan III, 45 dari DPR, kemudian delapan Gubernur. 42 persen diantaranya terkait kasus pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sekitar 58 persen terkait suap APBN dan APBD.

"Ini tentu langkah yang menurut hemat saya perlu didukung," kata Dradjad saat memberikan sambutan dalam diskusi bertajuk "KPK Baru, Indonesia Baru-Visi Baru Roadmap Pemberantasan Korupsi" di ruang Fraksi PAN, Gedung DPR, Senayan, Jakarta (17/11).  


Dradjad memberikan catatan. Sekalipun prestasi KPK jelas, namun sampai saat ini langkah-langkah yang ditempuh KPK belum mampu mencegah korupsi secara signifikan. Pimpinan KPK terkesan berebut popularitas dalam setiap kasus.

"Penanganan kasus yang ada tampak seperti kontes popularitas komisioner KPK," katanya.

Oleh karenanya, kata Dradjad berharap, pimpinan KPK yang baru harus bisa melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi yang secara substansial korupsinya kuat. Bukan terjebak dalam pemberantasan korupsi yang semata-mata hanya menciptakan headline di media-media. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya