Berita

desmon j mahesa

Desmon J. Mahesa: Busyro Terkesan Panik dan Takut Tak Terpilih Lagi

SELASA, 15 NOVEMBER 2011 | 09:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Perdebatan soal pejabat negara yang bergaya hidup mewah belakangan ini seperti pertama kali disampaikan Ketua KPK Busyro Muqoddas, di mata anggota Komisi III DPR Desmon J. Mahesa penting, tapi tidak terlalu penting. Penting, karena melihat garis kemiskinan saat ini yang sangat mengkhawatirkan.

"Tapi, gaya hidup pejabat yang berlebihan juga harus ditelusuri yang benar-benar gituloh. Harus adil juga melihatnya. Apakah ini karena korupsi atau karena sebelum dia jadi pejabat, misalnya di DPR, dia pengusaha atau saudara-saudara dia punya perusahaan," kata Desmon kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Karena itulah, mantan aktivis ini menyarankan Busyro lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat. Persoalan kekayaan ini sangat sensitif dan tentu akan mendapatkan reaksi bila didapat dari cara yang tidak melanggar UU.


"Kesan yang timbul, Busyro ini kayak bikin kanalisasi yang dia khawatir tidak terpilih lagi jadi Ketua KPK di kemudian hari. Seolah-olah dia cari nama agar populer. Nanti kalau dia tidak terpilih, DPR dianggap sentimen sama dia. Ya ini trik politik saja yang dilakukan Busyro. Saya ini biasa saja (menanggapinya)," ungkap Desmon.

Tapi Desmon tak menampik ada perspektif lain dari Busyro yang banyak omong belakangan ini. Busyro terlihat agak panik. Karena kuatir kalau tidak terpilih menjadi Ketua KPK lagi. Kalau tidak jadi Ketua KPK, otomatis  ruang politiknya tidak seperti sekarang.

"Saat ini dia agak emosi. Biasanya dia sangat santun. Kalau dia agak wise, kita kan akan menganggap dia sebagai negarawan, hormat kita. Tapi kalau kita sudah lihat dia agak emosional seperti ini, kita melihatnya sebagai seorang politisi. Jadi ada yang salah dalam persepsi kita hari ini. Saya khawatir malah dia melakukan kanaliasi seperti ini teman-teman di DPR tidak respek sama dia dan kemungkinan tidak memilih gitu loh," demikian politisi Gerindra ini. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya