Berita

busyro/ist

Terlalu Banyak Omong, Busyro Dituding Bingung Mau Berbuat Apa

SELASA, 15 NOVEMBER 2011 | 07:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Busyro Muqoddas banyak pejabat negara yang bergaya hidup hedonis semakin menunjukkan Ketua Komisi Pemberantasan itu sering umbar omongan. Pasalnya, sebelumnya, dia juga mengatakan bahwa akan ada tersangka baru dalam kasus M. Nazaruddin. Tapi sampai sekarang, belum juga disebutkan tersangka itu.

Ada apa dengan Busyro?

"Sepertinya (Busyro) sudah terkena penyakit SBY, penyakit curhat. Mereka seakan lupa bahwa mereka seorang pemimpin di sebuah lembaga besar dengan kewenangan yang sangat besar," ungkap deklarator Pengawas KPK, Neta S Pane kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.  


Busyro sebenarnya tidak sekadar banyak omong. Lebih dari itu, terang Neta, curhatnya tersebut menunjukkan dia tidak mampu dan tidak mengerti harus berbuat apa sebagai Ketua kpk. Sehingga dia bertingkah seperti orang bingung.

"Keanehan Busyro Cs sudah terlihat tatkala dia membentuk Tim Pengacara KPK yg dipimpin mantan panglima TNI (Endriartono Sutarto) yang seharusnya hal itu tak perlu dilakukan karena berbagai perangkat KPK sudah lengkap," ungkap pentolan IPW ini.

Menurut Neta, seharusnya Busyro tidak perlu curhat tapi bertindak dan melakukan langkah-langkah nyata memproses, menangkap dan membawa berbagai masalah korupsi serta pelanggaran hukum itu ke pengadilan. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya