Berita

sda/ist

Klaim Menteri SDA Pelaksanaan Haji Sukses Dipertanyakan

SENIN, 14 NOVEMBER 2011 | 15:28 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan sukses dipertanyakan. Sebab, banyak jamaah haji yang mengeluhkan pelayanan pemerintah karena mengganggu kekhusyukan para jamaah dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut.

Hal itu diungkap Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Saleh P. Daulay, yang baru kembali ke Tanah Air setelah melaksanakan ibadah haji, kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Senin, 14/11).

"Salah satu, jauhnya maktab-maktab jamaah dari pusat ibadah di Tanah Suci. Maktab yang cukup jauh dari Masjidil Haram menyulitkan jamaah untuk bisa masuk. Karena keterbatasan daya tampung Masjidil Haram, banyak jamaah yang tidak bisa shalat di dalam," kata Saleh.


Terang Saleh, karena keterbatasan tempat, masjidil haram ditutup kalau sudah penuh. Jamaah haji Indonesia tidak bisa menjangkau ke dalam Masjid, karena butuh waktu 1-2 jam dari maktab untuk tiba ke lokasi. Akhirnya, jamaah melaksanakan shalat di pinggir, di luar masjid dan di kawasan terbuka lainnya.

Kedua, jauhnya maktab jamaah dari tempat pelontaran jumrah. Sebagian besar jamaah tinggal di maktab 70 yang butuh waktu 1 jam berjalan untuk sampai ke lokasi.

"Akhirnya, banyak sekali jamaah yang melontar jam 2 malam. Hal ini untuk menghindari panas matahari dan padatnya jamaah yang melontar. Sebenarnya waktu itu belum pas. Karena waktu paling afdhal melontar itu adalah setelah zuhur," beber Saleh.

Karena itulah, Saleh mempertanyakan, apa indikasi yang digunakan oleh SDA, panggilan Ketua Umum PPP itu, sehingga menilai pelaksanaan ibadah haji tahun ini berjalan sukses. Apalagi, sambungnya, hingga saat ini belum semua jamaah haji kembali ke Tanah Air. Artinya, belum layak untuk dilakukan penilaian. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya