dahnil anzar simanjuntak/ist
dahnil anzar simanjuntak/ist
RMOL. Kebijakan Bank Indonesia menurunkan BI rate sampai 50 poin, dari 6,50 persen menjadi 6 persen merupakan kebijakan yang berani di tengah krisis keuangan yang melanda Eropa. Kebijakan tersebut dapat mendorong akselerasi realisasi investasi dan beban bunga kredit yang besar bagi pengusaha
Tetapi yang perlu dicatat, terang ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Senin, 14/11), adalah kebijakan penurunan BI rate tersebut tak berarti apa-apa apabila otoritas fiskal yakni pemerintah tidak segera memperbaiki kebijakan yang pro investasi.
Kebijakan penurunan BI rate mempertegas, adanya policy gap antara otoritas moneter dan otoritas fiskal, dimana BI sebagai otoritas moneter lebih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi sedangkan pemerintah sebagai otoritas fiskal tetap tidak mampu menunjukkan komitmen tinggi untuk memperbaiki iklim investasi di Indonesia.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
UPDATE
Sabtu, 25 April 2026 | 22:13
Sabtu, 25 April 2026 | 21:55
Sabtu, 25 April 2026 | 21:48
Sabtu, 25 April 2026 | 21:25
Sabtu, 25 April 2026 | 20:51
Sabtu, 25 April 2026 | 20:36
Sabtu, 25 April 2026 | 19:52
Sabtu, 25 April 2026 | 19:39
Sabtu, 25 April 2026 | 18:44
Sabtu, 25 April 2026 | 18:24