Berita

Nasaruddin Umar

Wawancara

WAWANCARA

Nasaruddin Umar: Sistem Penyelenggaraan Haji Dievaluasi Secara Menyeluruh

SENIN, 14 NOVEMBER 2011 | 08:44 WIB

RMOL.Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku prihatin melihat jamaah haji Indonesia ada yang mengalami diare. Sebab, makanan yang diberikan berlendir.

“Saya sangat prihatin kejadian seperti ini terulang lagi. Padahal kami sudah berusaha maksimal untuk melakukan pembenahan. Untuk itu perlu pendekatan kom­prehensif melihat pelaksanaan haji ke depan,’’ paparnya ke­pada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya diberitakan, Ke­tua Tim Pengawas Penyelengga­raan Ibadah Haji Indonesia, Mar­zuki Alie mengatakan, lebih sera­tus jamaah haji Indonesia asal Surabaya dari Maktab 71 terse­rang diare. Sebab, diberi nasi berlendir.

Nasaruddin Umar selanjutnya mengatakan, pemerintah sudah berusaha melakukan yang ter­baik. Tapi tiap tahun selalu di­temu­kan beberapa kekurangan yang merugikan jamaah haji.

“Kementerian Agama akan melakukan rapat evaluasi terkait pelaksanaan haji tahun 2011. Nanti kami berhitung apa yang perlu dibenahi,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa saja yang dievaluasi?

Evaluasi tidak menutup ke­mung­­kinan dilakukan dalam semua bidang. Misalnya per­baikan dalam sistem penye­leng­ga­raan haji, sumber daya ma­nusia, atau bahkan kalau perlu melakukan per­bai­kan dalam regu­la­sinya.

Di dalam setiap ma­salah pasti ada celah untuk menye­le­­saikan­nya. Saya yakin permasalahan haji akan teratasi dengan baik.

Siapa yang ber­tanggung jawab ter­hadap nasi ber­lendir itu?

Kami menunggu laporan pe­nyeleng­garaan haji tahun ini. Nanti kami akan melakukan eva­luasi. Ke depan perlu pendekatan kom­prehensif melihat pelaksa­naan haji.

Apa sudah diketahui indikasi persoalan penyelenggaraan haji tahun ini?

Persoalan itu sebenarnya su­dah bisa dipetakan. Tapi khusus untuk tahun ini lebih baik tunggu eva­luasi. Selain peme­rintah, bebe­rapa pihak juga me­lakukan eva­luasi dalam pelak­sa­naan haji, seperti DPR dan lembaga netral. Biasanya eva­luasi itu dilakukan sebulan sete­lah penye­lengga­raan haji.

Penyelenggaraan haji tahun ini adalah evaluasi dari tahun lalu. Itu menandakan adanya peru­bahan sistem. Sebab, banyak sekali perubahan sistem di Arab Saudi, sehingga berdampak ter­hadap penyelenggaraan haji kita.

Apa saja yang akan dieva­luasi?

Kami akan mendalami perma­salahan penyelenggaraan haji tahun 2011. Tidak baik bila saya langsung me­nyata­kan sesuatu yang tidak berdasarkan pada fakta. Terus terang saya secara pribadi sedang men­dalami per­ma­salahan haji. Da­lam waktu yang ti­dak lama, insya Allah saya akan ber­koordinasi de­ngan Pak menteri.

Saya ingin lari ce­pat men­dam­pingi beliau. Se­bab, waktu ber­jalan terus dan persoalan semakin ber­tambah. Bila kita lamban dalam menyelesaikan pekerjaan akan mengecewakan masyarakat.

Apakah kurang pengawasan dari Kementerian Agama?

Permasalahan haji tidak serta merta dari faktor internal kita. Bisa juga dari negara Arab Saudi. Misalnya, saya pernah mengusul­kan waktu jamaah di Arab Saudi jangan terlalu lama. Pelaksanaan haji hanya beberapa hari saja.

 Menunda pemulangan jamaah haji di sana, itu peluang bertam­bahnya korban meninggal lebih banyak. Tapi kalau semakin cepat kita pulang­kan, hal-hal tersebut insya Allah tidak akan terjadi.

Apa saja faktor dari Arab Saudi?

Misalnya masalah ban­dara di sana. Be­gitu juga gate yang kita dapatkan. Ban­dara King Abdul Aziz merupakan bandara terluas di dunia. Tapi ketika pelaksanaan haji tetap saja kurang.

Selama ini kita hanya diberi­kan dua gate. Itu tidak cukup untuk jamaah haji dari Indo­nesia. Paling tidak kita mendapat tiga gate, tapi pemerintah Arab Saudi memiliki kebijakan sen­diri. Tidak bisa di­selesaikan berdasarkan keinginan kita sendiri. Namun saya yakin, Pak menteri sudah melakukan lobi dengan pemerintah Arab Saudi agar kualitas pelayanan haji bagi jamaah haji kita lebih baik.

Sudah ada rencana ke depan memperbaiki kinerja Kemen­te­rian Agama?

Saya dan Pak menteri akan menciptakan konsep yang lebih efektif, efisien, dan produktif untuk warga bangsa. Tentunya dengan mengeliminir berbagai persoalan yang selama ini belum tertangani dengan maksimal. Hal ini bukan hanya difokuskan pada penyelenggaraan haji saja. Tapi secara keseluruhan. Saya ber­ha­rap satu atau dua tahun ke depan, upaya memperbaiki kinerja di internal kementerian maupun pen­citraan di masyarakat akan berjalan dengan baik. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Relawan Jokowi: Rismon Sianipar Pengecut!

Jumat, 13 Maret 2026 | 01:05

UPDATE

Wisatawan Banjiri Kepulauan Seribu saat Libur Lebaran

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Meruya, 75 Petugas Pemadam Diterjunkan

Selasa, 24 Maret 2026 | 00:00

10 Desa di NTT Terdampak Banjir

Senin, 23 Maret 2026 | 23:27

KPK Bawa Yaqut Cholil Qoumas ke RS Polri

Senin, 23 Maret 2026 | 23:05

Pengunjung Diimbau Tak Buang Sampah Sembarangan di Taman Bendera Pusaka

Senin, 23 Maret 2026 | 23:01

Yaqut Cholil Kembali ke Rutan KPK

Senin, 23 Maret 2026 | 22:48

Kim Jong Un Terpilih Lagi jadi Presiden Korut

Senin, 23 Maret 2026 | 21:45

Benang Kusut Pengelolaan Keuangan, Kepala BKAD Purwakarta Diminta Mundur

Senin, 23 Maret 2026 | 21:17

Arus Balik H+2 Lebaran Mulai Terlihat di Terminal Rajabasa

Senin, 23 Maret 2026 | 20:24

Pimpinan MPR Sambut Baik Langkah Presiden Prabowo Percepat Transisi Energi

Senin, 23 Maret 2026 | 19:55

Selengkapnya