Berita

Kepala Daerah Dipilih DPRD Tak Ada Hubungan dengan Kontestasi Partai

KAMIS, 10 NOVEMBER 2011 | 14:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Beberapa partai, seperti Partai Amanat Nasional menolak bila kepala daerah dalam hal ini gubenur dipilih DPRD, seperti terdapat dalam RUU Pemilihan Kepala Daerah. Karena, hal itu sama saja menyenangkan partai besar yang menguasai DPRD.

Tapi, hal itu ditepis mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie, yang tidak bergabung dengan partai politik.

"Nggak. Menurut saya kita objektif saja. Ini untuk kepentingan rakyat. Kan boleh dong kita evaluasi. Ini kan terlalu mahal biaya demokrasi kita. Kasihan rakyat. Sudahlah, kebebasan-kebebasan dalam demokrasi itu baik. Tapi nggak perlu terlalu larut dalam permainan kebebasan," katanya kepada Rakyat Merdeka Online, (Kamis, 10/11).
 

 
Meski begitu, menurutnya, bila ada penolakan terhadap satu kebijakan, itu wajar. Karena tidak ada kebijakan yang disetujui semua orang. Pasti ada saja pihak yang tidak setuju. Tapi, menurutnya, kepala daerah ini dipilih DPRD betul-betul untuk kepentingannya rakyat.

"Ini semata-mata untuk rakyat. Karena demokrasi kita ini terlalu mahal. Belum pantaslah, pengeluaran terlalu besar misalnya untuk daerah yang PAD-nya tidak sebesar biaya Pilkada. Biaya Pilkada lebih besar dari PAD itu tidak pantas. Walaupun ini dianggap setback, tapi nggak apa-apa," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya