RMOL. Anggota Komisi III DPR belum bisa memutuskan siapa yang akan dipilih, empat dari delapan calon pimpinan KPK. Karena fit and proper test baru akan digelar setelah masa reses.
"Kita tidak bisa menilai, karena belum di-fit and proper test," kata anggota Komisi III DPR Nudirman Munir kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Kamis, 10/11).
Meski begitu, Nudirman bersedia membocorkan pilihannya. Dari delapan nama calon, dia menilai dua di antaranya layak untuk menjadi pimpinan lembaga superbody tersebut. Yaitu, Yunus Hussein dan Bambang Widjojanto.
"Yunus lebih baik. Yunus lebih
cool, tidak terburu-buru. Pak Bambang konsepnya bagus, selama ini konsisten dalam pemberantasan korupsi," jelasnya.
Politikus Golkar ini mengakui, bahwa pilihannya itu belum berdasarkan keputusan Fraksi Golkar. Karena sampai saat ini masih terjadi perbedaan pendapat antara sesama politisi beringin tersebut. Bambang Soesatyo misalnya, jelas Nudirman, teman sefraksinya itu menilai Bambang dan Abdullah Hehamahua yang terbaik.
Karena itu jelasnya, Fraksinya akan menggelar rapat khusus untuk membahas hal tersebut dengan menyodorkan pertimbangan-pertimbangan setelah
fit and proper test digelar. "Jadi kita memutuskannya secara demokratis. Tidak beli kucing dalam karung," tandasnya.
Nudirman mengakui, pada pemilihan capim KPK sebelumnya, Golkar memilih Bambang Widjojanto. Meski tentu saja sudah ada perbedaan, tapi secara sepintas, pihaknya menilai Bambang masih seperti dulu.
[zul]