Berita

UJI KELAYAKAN CAPIM KPK

Untuk Sementara, Bamsoet-Nudirman Beda Jagoan

KAMIS, 10 NOVEMBER 2011 | 09:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Anggota Komisi III DPR belum bisa memutuskan siapa yang akan dipilih, empat dari delapan calon pimpinan KPK. Karena fit and proper test baru akan digelar setelah masa reses.

"Kita tidak bisa menilai, karena belum di-fit and proper test," kata anggota Komisi III DPR Nudirman Munir kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Kamis, 10/11).

Meski begitu, Nudirman bersedia membocorkan pilihannya. Dari delapan nama calon, dia menilai dua di antaranya layak untuk menjadi pimpinan lembaga superbody tersebut. Yaitu, Yunus Hussein dan Bambang Widjojanto.


"Yunus lebih baik. Yunus lebih cool, tidak terburu-buru. Pak Bambang konsepnya bagus, selama ini konsisten dalam pemberantasan korupsi," jelasnya.

Politikus Golkar ini mengakui, bahwa pilihannya itu belum berdasarkan keputusan Fraksi Golkar. Karena sampai saat ini masih terjadi perbedaan pendapat antara sesama politisi beringin tersebut. Bambang Soesatyo misalnya, jelas Nudirman, teman sefraksinya itu menilai Bambang dan Abdullah Hehamahua yang terbaik.

Karena itu jelasnya, Fraksinya akan menggelar rapat khusus untuk membahas hal tersebut dengan menyodorkan pertimbangan-pertimbangan setelah fit and proper test digelar. "Jadi kita memutuskannya secara demokratis. Tidak beli kucing dalam karung," tandasnya.

Nudirman mengakui, pada pemilihan capim KPK sebelumnya, Golkar memilih Bambang Widjojanto. Meski tentu saja sudah ada perbedaan, tapi secara sepintas, pihaknya menilai Bambang masih seperti dulu. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya