RMOL. Partai Amanat Nasional sejak dulu sudah menyarankan agar Sekretariat Gabungan Partai Politik Pendukung Pemerintah SBY-Boediono duduk bersama membahas RUU Pemilu, yang saat ini sedang digodok Pansus di DPR.
"Karena menurut kita, ini persoalan yang strategis. Strategis, kan bukan hanya soal Century, bukan soal impeachment. Ini lebih strategis lagi. Karena ini isunya jangka panjang," ungkap Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada Rakyat Merdeka Online, (Rabu, 9/11).
Sebenarnya, tak hanya PAN, partai besar lain yang ada di Setgab juga menganggap bahwa persoalan RUU Pemilu ini adalah isu jangka panjang. Mungkin, partai besar yang dimaksud Bima adalah Partai Golkar dan Partai Demokrat.
"Maka agak aneh, ada pernyataan kawan-kawan dari partai besar, ini isu jangka panjang. Justru karena isu panjang lah harus dibicarakan. Karena ini soal tatanan dan sistem poitik ke depan," imbuhnya.
Tapi sayang, sampai saat ini belum ada tanda-tanda Setgab akan menggelar pertemuan membahas poin-poin di RUU Pemilu tersebut. "Saya belum mendengar. Justru yang lebih intens berkomunikasi adalah poros tengah. Karena ada kesamaan cara pandang," tandasnya.
Partai politik yang tergabung dalam poros tengah adalah PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura. Mereka menolak usul partai besar soal angka besaran ambang batas dan alokasi kursi per daerah pemilihan.
[zul]