Berita

PAN: Pompa Semangat Kader, Wajar Nasdem Sesumbar PT 5 Persen

RABU, 09 NOVEMBER 2011 | 12:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Tidak ada yang istimewa dari sikap politik Partai Nasdem yang siap dengan ambang batas perolehan suara minimal untuk masuk parlemen sebesar 5 persen. Karena dia adalah sebagai pendatang baru.

Sebagai pendatang baru, jelas Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto, Nasdem memang perlu melakukan itu. Karena selain menaikkan posisi tawar, juga untuk memompa semangat para kadernya.

"Kalau kita bukan hanya sekadar memompa semangat. Tapi soal bagaimana membangun design politik ke depan," katanya kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 9/11).


Karena itu, jelas Bima, partainya tidak hanya mengutak-atik soal angka ambang batas, tapi juga soal alokasi kursi Dewan Perwakilan Rakyat per daerah pemilihan, dan road map sistem pemilihan secama umum.

Soal ambang batas yang saat ini menjadi perdebatan, Bima meyakinkan bahwa PAN bisa mencapainya. "PAN kan targetnya double digit, minimal 10 persen," tegasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya