Berita

m qodari/ist

RAPIMNAS NASDEM

M. Qodari: Masyarakat Tahunya Restoran, bukan Restorasi

RABU, 09 NOVEMBER 2011 | 11:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Wacana dan gagasan restorasi (perbaikan) yang selama ini digembar-gemborkan Partai Nasdem tidak istimewa. Karena itu gagasan tersebut diragukan akan bisa mempengaruhi publik untuk memilihnya.

"Setiap partai itu pasti menawarkan perubahan. Hanya bahasanya saja yang lain. Mungkin dalam bahasanya Nasdem, kata itu diganti menjadi restorasi," kata pengamat politik M. Qodari kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 9/11).

Namun, bagi peneliti Indo Barometer ini, kata restorasi memang menarik. Tetapi, dia mengingatkan, kata itu harus disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. "Karena rakyat bawah tidak ngerti apa itu restorasi. Tahunya restoran," kata Qodari sambil tertawa.


Hal lain juga yang bisa mempengaruhi keberadaan Nasdem pada Pemilu 2014 mendatang adalah kinerja pemerintahan SBY-Boediono. Menurutnya, kalau misalnya pemeintah kinerjanya bagus, agak sulit bagi Nasdem untuk dipilih rakyat. "Tapi kalau turun, ada peluang. Karena kalau buruk, orang akan mencari alternatif," tandasnya. [zul]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya