Berita

Sebagai Partai Terbuka, PKS Mungkin Mencalonkan Sri Mulyani

RABU, 09 NOVEMBER 2011 | 09:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kedatangan Managing Director Bank Dunia ke Indonesia Sri Mulyani tak akan membawa implikasi terhadap perekonomian Indonesia. Apalagi justru, kedatangan mantan Menteri Keuangan itu lebih disambut dengan wacana politik, yaitu wacana pencapresannya pada 2014 mendatang.

"Saya kira biasa-biasa saja. Tak ada pengaruhnya. Malah masalah isu politik yang lebih dominan. Makanya saya kira tidak begitu berpengaruh," kata Bendahara Umum DPP PKS Mahfudz Abdurrahman kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 9/11).

Tapi menurut sebagian pengamat, kalau memang mau maju pada pemilihan presiden, Sri Mulyani harus mendekati partai-partai besar. Karena tak mungkin hanya mengharapkan Partai Serikat Independen.


Karena itu, saat ditanyakan, apakah ada peluang PKS mendukung Sri Mulyani, Mahfudz menegaskan,"PKS sampai saat ini belum membicarkan tentang capres. Kita belum mengarah ke sana."

Apakah karena Sri Mulyani perempuan, disebut berpikiran neolib, lalu tidak akan didukung PKS?

"Nggak juga. Siapa pun punya peluang. Tapi nanti kan kita lihat setelah Pemilu. Kita terbuka terhadap siapa saja," jawabnya sambil menambahkan soal capres, Majelis Syuro PKS yang berhak menentukan. [zul] 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya