Berita

menteri syarif/ist

Total Omzet Produk Makanan dan Minuman 2011 Tembus Rp 690 Triliun

JUMAT, 28 OKTOBER 2011 | 16:47 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Indonesia dengan penduduk 238 juta jiwa merupakan pasar yang potensial bagi produk makanan dan minuman. Oleh karena itu, pemerintah dan dunia usaha harus mampu menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah yang cukup, baik dalam bentuk produk segar maupun produk olahan yang dihasilkan di dalam negeri.

“Ketersediaan pangan yang cukup dari dalam negeri ini merupakan aspek penting bagi kepentingan ekonomi nasional dan sangat strategis dalam rangka menciptakan stabilitas nasional”, kata Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, pada pembukaan pameran tematik SMESCO UKM Food & Packaging Expo 2011, di Jakarta.

Menurut Menkop, secara nasional produk makanan dan minuman banyak digeluti koperasi dan UKM. Lihat saja, total omzet produk makanan dan minuman nasional tahun 2011 diprediksi menembus Rp 690 triliun. Dan dalam lima tahun terakhir pemerintah mentargetkan produk makanan dan minuman nasional tumbuh rata-rata 8 persen per tahun, seiring dengan dimasukkannya sektor ini sebagai salah satu prioritas untuk dikembangkan.


“Dalam beberapa tahun terakhir ini, sektor makanan dan minuman menunjukkan kinerja ekspor yang cukup menggembirakan. Nilai ekspor produk ini terus meningkat setiap tahunnya," kata Syarifuddin.

Pada Tahun 2011 ekspor produk makanan dan minuman ditargetkan sekitar US$ 6 miliar atau mengalami kenaikan 5-6 persen dibandingkan tahun 2010.

Menurut Menkop, produk makanan dan minuman dinilai mempunyai prospek cerah seiring dengan perkembangan ekonomi dan dukungan sumber bahan baku yang berlimpah.

Untuk menopang pertumbuhan produk ini, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, diantaranya pertama, ketersediaan bahan campuran makanan (food ingredients), karena merupakan salah satu faktor yang sangat diperlukan dalam produk makanan dan minuman seperti bahan perasa, aroma, pemanis, pengawet, pewarna hingga emulsifier, protein, serta fat and oils. Bahan penunjang ini sebagian besar atau sekitar 80 persen masih dipenuhi oleh produk impor, sementara omzet pelaku usana nasional di cabang produk bahan campuran ini hanya 10-15 persen dari total omzet produk makanan nasional.

Kedua, pemanfaatan kemasan (foods packaging), mempunyai peranan yang sangat penting untuk menjaga kualitas mutu makanan dan minuman karena terkait erat dengan masalah kesehatan. "Sebagian besar dari produk makanan dan minuman kita masih dikemas secara tradisional dan belum memenuhi standar internasional, sehingga sulit bersaing dengan produk impor," ungkap Menkop.

Namun, lanjut Menkop, pertumbuhan produk makanan dan minuman telah mendorong tumbuhnya produk kemasan karena hampir 70 persen pengguna kemasan adalah produk makanan dan minuman. “Di Indonesia saat ini terdapat ribuan jenis kemasan yang beredar dengan nilai bisnis hingga triliunan rupiah. Kondisi ini merupakan peluang bagi para pengusaha produk makanan dan minuman untuk meningkatkan daya saing produknya melalui perbaikan tampilan kemasan sesuai dengan jenis dan karakter produk, serta kemampuan finasialnya”, papar dia.

Melalui Expo ini Menkop mengharapkan para peserta pameran dapat memanfaatkan jasa konsultasi yang sudah disediakan dengan sebaik-baiknya, seperti konsultasi kemasan, standarisasi melalui Badan POM, HAKI maupun konsultasi di bidang pembiayaan. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya