Berita

eva sundari kusuma/ist

Eva Sundari Akui Tak Punya Plus-plus yang Dimiliki Puan Maharani

SELASA, 25 OKTOBER 2011 | 10:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Bila memang Puan Maharani diusung partai berlambang kepala banteng itu, bukan berarti dia hanya mengandalkan dan memanfaatkan kebesaran nama keluarganya, ibu dan kakeknya, yaitu Megawati dan Soekarno.

"Sekarang (Puan) sudah pimpinan fraksi, pimpinan DPP. Aku kan nggak punya kesempatan itu. Jadi, mesti dia masuk (PDIP) belakangan, tapi peluang dia jauh lebih besar untuk mengembangkan diri. Jadi sepantasnyalah (dicalonkan)," kata fungsionaris PDIP Eva Sundari Kusuma kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.

Bagi sebagian kalangan Eva dinilai lebih berkualitas dibanding Puan Maharani. Eva dikenal salah seorang ikon PDIP di DPR karena dikenal kritis, termasuk di Panitia Khusus Centurygate.


Saat dimintai tanggapan, Eva tampaknya tak akan cemburu atau kecewa bila memang Puan yang akhirnya diusung partainya. Karena Puan mempunyai 'plus-plus' yang tak dimilikinya.   

"Ini kan dunia politik ya, tidak bisa objektif, tidak bisa sesuai rasio. Ada hal-hal yang lain. Misalnya Mbak Mega lah kenapa mendapat suara lebih banyak dari yang doktor, profesor. Kan ada elemen itu yang harus diperhitungkan. Jadi tidak cukup hanya kapasitas dan kapabilitas saja. Tapi harus memiliki 'plus-plus'. Nah 'plus-plusnya' itu yang tidak setiap orang punya," jelas Eva. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya