Berita

moammar khadafi/ist

KHADAFI TEWAS

Momentum yang Tepat bagi Libya untuk Melakukan Reformasi

JUMAT, 21 OKTOBER 2011 | 12:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Sistem demokrasi dan keterbukaan berpeluang besar akan tumbuh dan bersemai di Libya pasca mantan pemimpin besar negara tersebut Moammar Khadafi tewas di tangan pemberontak kemarin.

Hal itu dikemukakan Direktur Pusat Kajian Timur Tengah (PKTT) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ, Hery Sucipto, kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 21/10) saat dimintai tanggapan terkait tewasnya pemimpin kharismatik tersebut.

Menurut Hery, reformasi Libya kini mendapatkan momentum terbaiknya, seiring jatuhnya kekuasaan despotik. Untuk itu, ia berharap peluang dan kesempatan berharga ini tidak terlewatkan dengan sia-sia.


"Kini saatnya hukum sebagai panglima, perubahan menyongsong, dan demokratisasi kehidupan sosial, politik, dan bernegara secara umum, di hadapan mata. Jangan sampai peluang ini hilang, karena ongkosnya terlalu mahal," ujarnya.

Tantangan terberat membangun kembali Libya, lanjut peneliti The Fatwa Center ini, datang dari rakyat Libya sendiri. Tantangan itu adalah persatuan dan rekonsiliasi. "Tanpa adanya persatuan dan rekonsiliasi seluruh elemen rakyat, mustahil dapat membangun Libya dengan baik," paparnya.

Ia menambahkan, jika upaya rekonsiliasi gagal, maka kedepan akan jadi bom waktu dan tak mustahil muncul kekisruhan baru seperti perang saudara. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya