Berita

Ketua DPP PAN: Aneh, Kalau PKS Tiba-tiba Keluar

JUMAT, 21 OKTOBER 2011 | 09:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera secara tersirat sudah menyatakan tetap di pemerintahan dan tidak akan keluar meski salah seorang kadernya Suharna Surapranata dicopot Presiden SBY dari jabatan Menteri Riset dan Teknologi.
 
Buktinya, tiga kader tersisa PKS di KIB II, Tifatul Sembiring, Salim Segaf, dan Suswono, turut hadir pada saat pelantikan menteri dan wakil menteri baru Rabu lalu di Istana Negara.

"Menurut saya kawan-kawan PKS itu masih pada prinsipnya tidak bisa ke lain hati. Mereka masih tetap ingin di koalisi. Karena menurut saya, ketika tiga kadernya hadiri menerima pelantikan, itu isyarat bahwa mereka tidak bisa ke lain hati," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Jumat, 21/20).


Menurut Bima, kalau masih ada suara-suara dari elit PKS yang menyatakan akan keluar dari koalisi, itu hanya bunga-bunga demokrasi saja. Karena, Bima tak bisa membayangkan, kalau pada akhirnya Majelis Syuro PKS memutuskan akan keluar dari koalisi dan keputusan itu diambil pada November atau Desember. Menurutnya, kalau itu terjadi, PKS sangat tidak gentle dan elegan.

"Kalau memutuskan (keluar) harusnya kemarin (setelah SBY mengumumkan reshuffle). Kalau sekarang terlambat. Karena ini akan menganggu lagi. Masak ada reshuffle jilid 2,5. Kalau PKS keluar, kan harus cari (pengganti) lain, ini sangat merusak irama ke depan. Saya kira kawan-kawan PKS tidak akan seperti itu," ungkapnya.

Setelah pelantikan menteri dari wamen pada Rabu kemarin, Bima berharap, semua drama dan manuver yang menyelimuti reshuffle selama ini, selesai. Saatnya semua menteri, terutama menteri dari partai koalisi, termasuk dari PKS fokus bekerja.  [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya