Berita

ilustrasi, waduk

Nusantara

26 Waduk di Ibukota Dinilai Rawan Banjir

Kondisinya Memprihatinkan Dan Tidak Pernah Dikeruk
JUMAT, 21 OKTOBER 2011 | 01:51 WIB

RMOL.Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ternyata belum siap dengan datangnya musim hujan ini. Buktinya, hingga kini, 26 waduk di wilayah DKI Jakarta kondisinya masih buruk. Cuma lima waduk yang masih baik.

Hal tersebut diungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Penge­lo­laan Sumber Daya Air Dinas Pe­kerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Fahrurrozi.

“Dari 26 situ, hanya 20 persen atau lima situ kon­disinya baik. Yaitu Situ Babakan, Situ Mang­ga­­bo­long, Situ Rawadong­kal, Situ Ke­lapa Dua Wetan dan Situ Ci­langkap,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Eksekutif Wahana Ling­kungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta, Ubaidillah menilai, ter­lihat usaha Pemprov DKI dalam menyelesaikan revitalisasi waduk belum serius.

Mengingat di kawasan hulu, ada ratusan waduk yang menyu­sut atau bahkan telah ber­alih­fungsi. Padahal, fungsi waduk sa­ngat vital, karena mampu mengu­rangi derasnya air yang mengalir deras ke hilir.

Rata-rata kedalaman situ juga berkurang. Dari sebelumnya 5-7 meter, sekarang tinggal 2,5 - 3 me­ter, termasuk Situ Gintung yang sekarang tinggal empat meter. Sedangkan luas total situ di Jabodatabek berkurang drastis yaitu 2.337,10 hektare untuk total 240 situ, sekarang menjadi hanya 1.462,78 hektare untuk 184 situ dan hanya 48 situ yang masih tersisa.

“48 situ harus dinormalisasi kembali, sehingga mampu men­jadi sumber daya air yang baik. Seperti  sebagai sumber serapan, budaya maupun sebagai distri­busi air bersih,” jelasnya kepada Rakyat Merdeka.

Ubaidillah mengingatkan, dari sejarah Jakarta, sebelumnya tanah Batavia ini memiliki  lebih dari 200-an situ. Tapi lantaran su­dah banyak beralih fungsi men­jadi apartemen dan permukiman.

“Secara umum, sebenarnya di Jabotabek, mempunyai lebih dari 234 situ. Karena alih fungsi lahan men­jadi perumahan, bisnis dan res­toran. Situ di Jakarta Utara, dan Depok ada yang menjadi tem­pat pembuangan sampah,” jelasnya.

Solusi yang bisa dilakukan pe­merintah, jelas Ubaidillah lagi, ada­lah dengan merevitalisasi lebih dari 200 situ di Jabodeta­bek. Ter­masuk daerah tangkapan air dan daerah aliran sungai (DAS). [rm]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya