PATRIALIS AKBAR/ist
PATRIALIS AKBAR/ist
RMOL. Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin dan wakilnya, Denny Indrayana, tampaknya tidak bisa langsung bekerja. Pasalnya, sebagai pendatang baru, keduanya harus memetakan masalah yang ada dan bersosialisasi terlebih dahulu dengan para pejabat yang ada di lingkungan kementerian yang mereka pimpin.
"Saya sih melihat pergantian menteri hukum dan HAM memang secara psikologis tidak nyambung ke aparat di bawah. Karena mereka dari luar kemudian tiba-tiba masuk di instansi memang harus mendalami semua aspek yang ada di sana," kata anggota Komisi III DPR Sarifudin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, Kamis, (20/10).
Apalagi dia melihat, baik Amir dan maupun Denny, kaku dalam berkomunikasi. Hal ini berbeda dengan Patrialis Akbar, menteri terdahulu. Karena itulah, Sudding sedikit meragukan kemampuan keduanya dibanding Patrialis.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Sabtu, 25 April 2026 | 15:43
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 23 April 2026 | 01:30
UPDATE
Minggu, 26 April 2026 | 17:35
Minggu, 26 April 2026 | 17:18
Minggu, 26 April 2026 | 16:38
Minggu, 26 April 2026 | 16:37
Minggu, 26 April 2026 | 16:01
Minggu, 26 April 2026 | 15:50
Minggu, 26 April 2026 | 15:50
Minggu, 26 April 2026 | 15:42
Minggu, 26 April 2026 | 15:40
Minggu, 26 April 2026 | 14:57