Berita

Jubir PPP: Monggo, Tafadhol, kalau PKS Mau Hengkang dari Kabinet

KAMIS, 20 OKTOBER 2011 | 07:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera memiliki hak untuk menentukan sikap yang berbeda dengan partai koalisi lainnya dalam menanggapi hasil reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. PKS pun dipersilakan memutuskan apakah tetap di dalam kabinet atau keluar dari kabinet kalau memang keputusannya seperti itu.

Demikian dikatakan Jurubicara PPP Muhammad Arwani Thomafi kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Kamis, 20/10).

"Terserah PKS. Tetapi kalau (tetap) di dalam, ya jelas. Yang diperlukan itu adalah kerja bareng bukan justru saling menimbulkan keributan. Kalau memang ada kebijakan lain, ya segera saja. Itu kan hak masing-masing partai. Tetapi, ya monggo, terserah, tafadhol, gitu aja," ungkapnya.


Dia kembali mengingatkan bahwa kalau PKS mau keluar dari kabinet karena tidak terima satu kadernya dicopot, lebih baik mengeluarkan sikapnya secara tegas dan segera. Agar menteri dari PKS tidak terganggu dalam bekerja di kabinet.

"Karena ini terkait dengan posisi menteri dari partai politik terkait. Jangan menteri dari parpol terkait tersandera tidak bisa bekerja hanya gara-gara sikap parpolnya belum jelas. Ini kasihan rakyat," tegas Sekretaris Fraksi PPP ini. 

Karena, katanya menambahkan, para menteri itu harus diposisikan sebagai kader bangsa, bukan kader politik saja.

"Jadi menurut saya, posisi partai politik koalisi harus arif. Jangan sampai sikap partai politik di dalam menanggapi atau merespon reshuffle kabinet ini menganggu kinerja di kabinet," sambungnya.

Kemarin, meski keputusan apakah tetap di koalisi atau tidak diserahkan ke Majelis Syuro, tapi Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengaku akan bekerja seperti biasa. "Jadi dalam hal ini, kita akan tetap bekerja. Sebagai menteri tetap bekerja sebagaimana biasa. Jangan sampai mengurangi prestasi kerja kita," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya