Berita

Tjahjo Kumolo

Wawancara

WAWANCARA

Tjahjo Kumolo: Wakil Menteri Menambah Kegaduhan di Birokrasi

KAMIS, 20 OKTOBER 2011 | 02:20 WIB

RMOL. PDI Perjuangan melihat reshuffle kabinet hanya ajang bagi-bagi kekuasaan. Bukan berorientasi untuk mempercepat pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

“Reshuffle kabinet harusnya dijadikan momentum untuk mem­percepat mekanisme peng­am­bilan keputusan. Pasalnya, lebih dari 50 persen instruksi presiden tidak dilaksanakan ke­menterian,’’ ujar Sekjen PDI Per­juangan Tjahjo Kumolo kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Se­lasa (18/10).

Presiden SBY sempat menge­luhkan kinerja para menteri se­te­lah mendapat laporan dari UKP4. “Saya sudah dapatkan la­­­po­rannya. Kurang dari 50 per­sen dari yang saudara (men­teri) yang laksanakan,” kata SBY, Kamis (7/7).

Tjahjo Kumolo selanjutnya mengatakan, Presiden SBY se­harusnya tidak menambah pos wakil menteri. Ini akan menam­bah kegaduhan di birokrasi dan tidak menyelesaikan masalah percepatan kinerja.

“Presiden mengakui kinerja sejumlah kementerian tidak baik. Sang menteri gagal memimpin dan menciptakan kebijakan yang mumpuni. Dengan begitu, seha­rusnya Presiden mengganti men­teri, bukannya memasang wakil menteri,” tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR itu.

Berikut kutipan selengkapnya:


Menteri dari parpol koalisi perlu diakomodasi, tapi kiner­ja­­nya perlu didukung wakil men­teri, barangkali seperti itu?

Presiden seharusnya menga­bai­kan tekanan politik dari par­pol koalisi. Yang diutamakan ke­pen­tingan masyarakat.

Janji-janji Presiden dalam Pil­pres harus dibayar dengan pe­ningkatan kualitas program pem­bangunan dan kesejahteraan rakyat.


Apa penambahan wakil men­teri tak ada mafaatnya?

Bagi PDI Perjuangan silakan saja, kami nggak ikut campur. Yang pasti, komposisi ini sema­kin menjauhkan kita dari harap­an adanya pemerintahan yang ber­daulat secara politik, berdi­kari, dan berkepribadian untuk mem­­perjuangkan kesejahteraan rak­yat. Tapi, inilah pilihan po­litik Presiden. Hak prerogatifnya ma­sih tersandera kepentingan politik koalisinya.


Apa penambahan wakil men­teri hasil kompromi politik de­ngan pimpinan parpol koalisi­nya?

Saya kira ya. Pengangkatan para wakil menteri merupakan langkah kompromi Presiden SBY. Setelah bertemu dengan pe­tinggi parpol koalisi, Presiden ragu untuk mengganti menteri-menterinya yang ber­masalah. Maka­nya, memilih ja­lan tengah, yak­ni menambah wakil menteri.


Apa PDI Perjua­ngan ke­cewa?

Kita patut ke­cewa dengan lang­kah ini. Pasal­nya, sistem presi­den­sial mem­posisikan kepemim­pinan Presi­den sebagai sentral.

Presiden men­jadi penentuan arah haluan pemerintahan, se­hing­ga me­miliki kewenangan mengang­kat dan memberhen­tikan menteri tanpa intervensi siapapun. 


Apakah PDI Perjua­ngan tetap menjadi partai opo­sisi?

PDI Perjuangan tetap teguh untuk berada di luar pemerin­tahan SBY-Boediono. Kami tak akan menempatkan kader partai di Kabinet Indonesia Bersatu II.

Hal itu sesuai dengan keputu­san politik partai dalam Kongres III di Bali. PDI Perjuangan tetap pada posisi konstitusional. Na­mun, tetap kritis terhadap kebija­kan keputusan politik pemerin­tah yang tidak pro rakyat.   [rm]


Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Gubernur Fakhiri Raih Golden Leader Award JMSI

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:02

1.000 Siswa Yatim Piatu Pemegang KJP Ikuti Try Out Gratis

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:30

Pemerintah Timor Leste Didorong Kembali Aktifkan Pas Lintas Batas

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:13

DKI Kunci Stok Beras dan Telur, Harga Dijaga Tetap Stabil

Rabu, 11 Februari 2026 | 23:00

Ilusi Swasembada Pangan Kementan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:45

RI Siap Borong Minyak AS Senilai Rp252 Triliun Pekan Depan

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:28

Kembali Diperiksa BPK, Gus Yaqut Sampaikan Klarifikasi Hingga Konfrontasi

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:13

Ulama Penjaga Optimisme dan Keteguhan Batin Rakyat Aceh

Rabu, 11 Februari 2026 | 22:04

Diperiksa di Mapolresta Solo, Jokowi Beberkan Kisah Perkuliahan Hingga Skripsi

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:50

NU Harus Bisa Menjawab Tantangan Zaman di Abad Kedua Perjalanan

Rabu, 11 Februari 2026 | 21:38

Selengkapnya