Berita

Nasdem Prihatin Fadel Dicopot Tanpa Alasan yang Jelas

RABU, 19 OKTOBER 2011 | 13:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Selama menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad berkinerja baik. Pemihakan mantan Gubernur Gorontalo itu terhadap rakyat kecil, terutama petani garam yang diserbu garam impor juga sangat jelas.

Bahkan, Fadel satu-satunya pejabat yang berani bersuara lantang menolak impor garam, meski harus berbenturan dengan Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan saat itu.

"Jadi tidak ada tidak ada alasan mengganti Saudara Fadel kalau pendekatan kinerja. Kesehatan dia tidak ada masalah. Kasus suap juga tidak ada. Hasil audit BPK (terhadap kementeriannya) juga bagus. Dibanding Agung (Laksono), dia masih lebih baik kalau kita lihat dari sisi kinerja," kata Ketua Umum Partai Nasdem Rio Capella kepada Rakyat Merdeka Online, (Rabu, 19/10).


Tapi apa daya, kenyataan politik hari ini membuat Fadel tersingkir. Hal ini mungkin karena posisi Wakil Ketua Umum Golkar itu melemah di partainya sendiri. Hal ini lah yang membuat Nasdem prihatin, Fadel diganti karena pendekatan politik.

"Bagaimana pun juga pemikiran Fadel tetap diperlukan oleh bangsa ini. Dia pro rakyat jelas. Apalagi dia berencana mendirikan Yayasan Garam. Pemikiran Saudara Fadel ini sama dengan visi dan pemikiran Nasdem, pro rakyat. Karena bagaimana pun pembangunan ini harus ke rakyat," tegasnya.

Apakah itu artinya Nasdem akan mengajak Fadel bergabung?

"Bergabung atau tidak, itu soal waktunya saja. Yang penting adalah secara pemikiran dan visi, kita cocok dengan pemikiran yang disampaikan Saudara Fadel. Saya memahami psikologis Saudara Fadel saat ini. Dia pasti shock karena dipotong di tengah jalan dengan tanpa alasan. Itu sakit sekali," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya