Berita

akbar tanjung/ist

Akbar Tanjung: Kenapa Fadel Muhammad Dicopot?

RABU, 19 OKTOBER 2011 | 11:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung tidak menduga sebelumnya Fadel Muhammad akan dicopot sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Karena politikus Golkar itu diyakini memikili kinerja yang baik selama dua tahun di pemerintahan.

"Kita menilai selama ini dia bekerja sungguh-sungguh dan tekun. Hubungan komunikasi (Fadel) dengan Pak SBY juga baik. Keberpihakan dan dukungannya kepada petani garam yang saat ini menghadapi serbuan garam dari luar negeri nampak. Program-progam di bidang kelautan dan perikanan juga nampak," kata Akbar kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu, (Rabu, 19/10).

Tapi, mesti berkinerja baik, Fadel tetap diganti. Karena itulah muncul pertanyaan, kata Akbar, kenapa mantan Gubernur Gorontalo itu diganti. Meski, Golkar tetap menghormati dimana dalam negara yang menerapkan sistem presidensial reshuffle adalah hak prerogatif presiden.


"Tapi pertanyaan-pertanyaan bisa saja muncul," ungkapnya.

Karena itulah, menurut Akbar, Presiden SBY sebaiknya memberikan penjelasan dan keterangan tidak hanya terhadap Fadel, tapi juga menteri-menteri yang berasal dari partai lain, termasuk kepada menteri dari Partai Demokrat yang diganti.

"Menteri itu kan tidak milik satu golongan. Tapi milik nasional. Masyarakat juga ingin tahu. Saya kira ada baiknya satu kesempatan kalau seandainya beliau memberikan penjelasan yang terkait dengan pergantian menteri tersebut," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya