Berita

syarif hasan/ist

Astra Diganjar Penghargaan oleh Kemenkop

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 14:05 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

RMOL. Kementerian Koperasi dan UKM menganugerahi PT Astra International Tbk dalam bidang UMKM karena dinilai telah berpartisipasi dalam membina dan mengembangkan sektor UMKM di Tanah Air. Penghargaan tersebut diberikan secara langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM Syareif Hasan kepada Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto.

"Penghargaan ini diberikan atas pertimbangan kriteria pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta yang dapat ditunjukkan dan secara nyata menghasilkan output dan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan," kata Menkop UKM, Syarief Hasan saat memberikan penghargaan di Gedung Astra pusat, Sunter, Jakarta Utara (Senin, 17/10).

Dalam hal ini, perusahaan Astra telah membentuk Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang membina pelaku UMKM dalam berbagai bidang.


Pada kesempatan yang sama, Prijono menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan tersebut.

"Penghargaan ini merupakan tantangan bagi kami dan juga YDBA ke depan dalam menjalankan program-program. Saya berharap Astra melalui YDBA dapat terus meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak khususnya anak-anak perusahaan dan pemerintah dalam melaksanaan pembinaan dan pengembangan UMKM," kata Prijono.

Tercatat hingga semester I tahun 2011, jumlah UMKM binaan YDBA ada 7.238 buah yang terdiri dari UKM manufaktur, UMKM bengkel roda dua dan roda empat, serta pertanian dan kerajinan. Sementara nilai order Grup Astra kepada 312 UKM Subkontraktor pada 2010 berjumlah Rp 6,8 Triliun. Dari 312 UKM Subkontraktor yang dibina YDBA, 58 diantaranya sudah menjadi UKM Mandiri.

YDBA juga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam pembinaan dan pengembangan UMKM dengan mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Warbis Rasuna sejak 2000 hingga sekarang. Program kerjasa sama ini meliputi program pelatihan dan pendampingan teknik, m anajemen, fasilitasi pemasaran, fasilitasi pembiayaan, dan teknologi informasi.

Hingga saat ini YDBA memiliki sembilan LPB yang terdiri dari: LPB Warbis Rasuna (DKI Jakarta), LPB Gianyar (Bali), LPB PPKP Mataram (Nusa Tenggara Barat), LPB Adaro Pama (Balangan, Kalimantan Selatan), dan LPB Pama Mitra Daya (Kutai Barat, Kalimantan Timur), LPB Mitra Bersama, Sidoarjo (Jawa Timur), LPB Mitra Bersama, Palembang (Sumsel) dan LPB Mitra Bersama, Bukittinggi (Sumbar).

Ketiga LPB terakhir, yaitu LPB Mitra Bersama di atas merupakan hasil kerjasama antara Astra-BCA-Pertamina. Konsep pendirian LPB merupakan perpanjangan tangan sekaligus partner strategis YDBA dalam pembinaan dan pengembangan UMKM di daerah. Dengan demikian diharapkan keberadaan LPB bisa membantu YDBA untuk menjangkau UMKM di daerah.

Untuk membantu permodalan UMKM di daerah, YDBA bekerjasama dengan perusahaan Grup Astra, lembaga pemerintah, serta berbagai institusi terkait mendirikan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dengan Badan Hukum Koperasi.

Keberadaan LKM ini juga merupakan sumber pembiayaan alternatif agar terbuka pilihan bagi UMKM untuk mengajukan pembiayaan usaha kepada perbankan atau LKM. YDBA telah mendirikan 9 LKM yang tersebar di Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Nasabah sembilan LKM ini mencapai 3 ribu lebih dengan beragam bidang usaha seperti usaha tani sawit, pembibitan karet, perikanan, bengkel sepeda motor, katering dan waserda.

Sedangkan jumlah kredit yang tersalurkan lebih dari Rp 7 milyar sedangkan tabungan yang terhimpun sebanyak Rp 1,8 milyar. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya