Berita

sby/ist

RESHUFFLE KIB II

SBY Salah Design dalam Mengangkat Wakil Menteri!

SELASA, 18 OKTOBER 2011 | 09:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Pengangkatan wakil menteri oleh Presiden SBY memang penting kalau ditempatkan di kementerian yang menterinya berasal dari partai. Karena, sang wamen akan bisa menutupi pada saat menteri sibuk atau terganggu dengan urusan politik, terutama menjelang pelaksanaan pemilihan umum 2014 mendatang.

Tapi, pengamat ekonomi-politik Syahganda Nainggolan menyayangkan Presiden SBY yang malah mengangkat wamen untuk menteri yang bukan dari partai politik. Misalnya, Kementerian Perdagangan dimana Gita Wirjawan dan Bayu Krisnamurthi masing-masing sebagai menteri dan wamen.

"Mereka kan profesional. Jadi urgensinya apa, kita nggak tahu. Kedua, potensi benturan antara wamen dan menteri. Karena seringkali struktur kekuasaan kita ada di tangan menteri. Kalau wamen tidak bisa memposisikan diri, dia bisa di-by pass oleh para dirjen dan di bawahnya," jelas Syahganda kepada Rakyat Merdeka Online kemarin (Senin, 17/10).


Atau sebaliknya, yang juga dipertanyakan Syahganda, SBY mengangkat orang politik untuk menteri dan wamen seperti di  Kementerian Hukum dan HAM. Karena di mata Syahganda, Denny Indrayana, Stafsus Presiden yang dipercaya mendampingi politisi Demokrat Amir Syamsuddin sebagai menteri juga orang partai.

"Jadi SBY ini salah design. Sebenarnya hanya itu saja guna wamen. Yang lain sebenarnya, SBY mendorong semangat desentralisasi. Karena peranan kementerian sekarang kan sudah tidak banyak lagi. Beda pada masa Orde Baru yang kewenangannya menumpuk. Pada masa reformasi ini gubernur dan bupati yang banyak berperan. Saat ini hanya lima kementerian yang punya kaki ke daerah sesuai UU Otonomi Daerah," demikian Syahganda. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya