Berita

sahrin hamid/ist

KONGRES KNPI

Sahrin Hamid akan Jadikan KNPI sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa

SENIN, 17 OKTOBER 2011 | 16:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Dualisme kepemimpinan di Komite Nasional Pemuda Indonesia selama satu periode ini harus dijadikan hikmah bagi para pemuda se-Indonesia untuk bersatu kembali.

"Ke depan, persatuan pemuda harus dibangun. Karena pemuda memiliki tantangan yang tidak mudah saat ini dan ke depan," kata mantan Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Sahrin Hamid kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Sahrin membeberkan, saat ini, 60,35 persen pemuda Indonesia menganggur. Begitu juga 31,2 juta orang miskin Indonesia mayoritas adalah pemuda. Tak hanya itu, mayoritas orang miskin Indonesia tinggal di desa dimana sebesar 19 juta di antaranya adalah pemuda.


"Karena (pemuda) tidak punya lapangan pekerja. Ini tantangan riil," tegasnya.

Untuk itu ke depan, lanjut Sahrin, KNPI harus menjadi garda terdepan untuk menggerakkan pemuda dalam memajukan dan membangun sektor ekonomi desa. Karena itu, KNPI harus menyiapkan sumber daya manusia, memetakan persoalan dan potensi para pemuda di desa-desa.

"Saya pikir ini yang harus dilakukan oleh KNPI sebagai representasi kekuatan pemuda," kata Sahrin, yang bakal maju pada kongres KNPI pada 25-28 Oktober 2011 bulan ini.

Selain itu, hal yang lain yang juga harus dilakukan KNPI untuk memecahkan persoalan ril yang dihadapi pemuda saat ini adalah mendorong pemerintah membangun industri di desa-desa yang berbasis potensi desa yang bersangkutan. Bila itu dilakukan, otomatis bahan baku hasil olahan masyarakat setempat dan tenaga kerja khususnya pemuda desa bisa diserap oleh industri tersebut.

"Ini akan berimplikasi terhadap terbukanya ruang usaha baru. Melalui ruang usaha baru inilah kita harapkan akan lahir wirausaha-wirausaha baru, dalam hal ini para pemuda," tandasnya.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya