Berita

Sutan Bhatoegana

RESHUFFLE KIB II

Demokrat: Lebih Baik Gemuk-Sehat Daripada Kurus-Letoy

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 | 13:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menambah pos wakil menteri di beberapa kementerian. Setidaknya, hingga kemarin, Presiden telah memanggil 10 calon wakil menteri.

Partai Demokrat menepis anggapan banyak kalangan bahwa Kabinet Indonesia Bersatu II mendatang akan bertambah gemuk dan tidak akan produktif.

"Jangan lihat input-nya, kurus atau gemuk. Lihat nanti, bermanfaat atau tidak. Itu yang penting. Gemuk sehat kan lebih baik dari kurus letoy," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada Rakyat Merdeka Online, (Minggu, 16/10).


Selain itu, masih kata politisi senior ini, Presiden SBY pasti memiliki alasan menambah pos wakil menteri di beberapa kementerian tersebut.

Sutan sendiri memandang, beberapa kementerian memang ada yang butuh wakil menteri karena kompleks dan cakupan yang wewenang kementerian yang demikian luas. Seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Pagi (menteri) di Komisi VII (DPR), siang di Komisi XI dan malam di Banggar (Badan Anggaran). Jadi kapan urus departemen. Kalau memang butuh, nggak ada masalah," ungkapnya.

Saat ini, terang Sutan, belum waktu yang tepat untuk mengomentari keputusan SBY yang menambah pos wakil menteri di beberapa kementerian. Menurutnya, biarlah para pembantu Presiden itu bekerja lebih dahulu. "Tunggu setahun atau 100  hari, (setelah mereka bekerja) baru dikomentari. Kita berharap kebijakannya pro rakyat," tandas Sutan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya