Berita

julian/ist

Julian: SBY Tak Menunggu Hasil Rapimnas PKS

MINGGU, 16 OKTOBER 2011 | 10:25 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Jurubicara Presiden Julian Aldrin Pasha menjelaskan pernyataan Presiden pada Kamis petang kemarin tentang etika koalisi yang dijunjung pada penataan ulang kabinet Indonesia Bersatu II tidak merujuk pada satu partai politik tertentu.

Tapi SBY menjelaskan itu dalam konteks riil politik, dimana pemerintah berkoalisi dengan partai koalisi.

Hal itu ia katakan kepada Rakyat Merdeka Online yang menghubunginya pagi tadi.


"Jadi itu kan konteksnya karena dikatakan lebih baik posisi menteri diisi kelompok profesional yang non partisan. Mestinya tidak boleh melihat begitu. Karena bagaimana pun yang diutamakan adalah profesionalisme maupun prestasi yang bersangkutan. Bahwa kemudian dia berasal dari partai politik atau bukan dari partai politik, itu tidak perlu dipermasalahkan.Yang penting kan orang yang tepat, betul-betul mumpuni di bidangnya, mempunya kapasitas yang bisa menjalankan dan memimpin kementerian yang dibawahinya. Jadi itu konteksnya," tegas Julian.

Dalam konteks itu, Julian pun menegaskan bahwa Presiden dalam hal perombakan kabinet tidak menunggu hasil Rapat Pimpinan Nasional partai politik tertentu, dalam hal ini PKS.

"Jadi kalau ada spekulasi di luar yang mengatakan bahwa Presiden menunggu hasil Rapim PKS, saya kira itu adalan pandangan dari luar. Pandangan dari mereka yang melihat seperti itu, wajar-wajar saja," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya