Berita

mahfud md

Mahfud MD: Pancasila Tak Perlu Diberi Tafsir Khusus

JUMAT, 14 OKTOBER 2011 | 16:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, mengatakan, sebagai dasar negara, Pancasila adalah ideologi terbuka yang akan sesuai dengan semangat dan dinamika zaman. Untuk itu, Pancasila tidak perlu dipersempit dengan memberi tafsir-tafsir tersendiri atau khusus.

"Dulu ada P4. Setiap siswa, mahasiswa, pegawai pemerintah dan elemen lainnya, diharuskan mengikuti penataran P4. Begitu Pak Harto jatuh, saya menentang adanya P4. Karena hanya mempersempit Pancasila sebagai ideologi negara yang terbuka," jelas Mahfud MD, dalam ceramah pembukaan Temu Wicara Pendidikan Pancasila, Konstitusi, dan Hukum Acara Mahkamah Konstitusi, di Hotel Mercure, Ancol, Jumat (14/10).

Acara selama tiga hari itu adalah kerjasama PP Pemuda Muhammadiyah dengan MK.


Lebih lanjut, Mahfud mengatakan bahwa Pancasila berbeda dengan P4, Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Selama Orde Baru, katanya, P4 diposisikan sebagai penafsir Pancasila. Itu kesalahan mendasar.

"Sebagai ideologi terbuka, Pancasila sudah punya penafsir tersendiri, yakni UUD 1945. Nah, P4 memiliki butir-butir sebanyak 45 butir yang kemudian dijadikan sebagai penafsir Pancasila, seperti terjadi selama masa Orba. Ini kekeliruan," tambah Mahfud.

Namun demikian, pemahaman, pendidikan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila tetap penting dan diperlukan. Dalam konteks ini, menurutnya, pendidikan Pancasila di kalangan pemuda sangat strategis, terutama bagi kelangsungan masa depan bangsa Indonesia. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya