Berita

ilustrasi/ist

Mantan Direktur Bakin: Penahanan John Sauven Sudah Tepat

JUMAT, 14 OKTOBER 2011 | 14:56 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Indonesia sudah terlalu sering terlihat tidak punya wibawa di mata dunia internasional. Berbagai intervensi dari luar negeri terjadi tanpa pernah bisa dihadapi pemerintah yang berkuasa.

Dengan demikian, pengamat intelijen DR AC Manullang yang berbicara di Jakarta, Jumat siang (14/10), menilai penahanan Direktur Greenpeace, John Bernard Sauven, sedikit banyak merupakan angin segar di tengah kesan ketiadaan wibawa itu.

“Langkah Imigrasi (menahan John Bernard Sauven) harus didukung untuk menunjukkan wibawa pemerintahan SBY-Boediono kepada dunia. Jangan sampai pihak asing berusaha mendikte kebijakan dalam negeri,” ujar mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Nasional (Bakin) ini.

Bulan September lalu pihak imigrasi juga menangkal Sauven karena diduga akan melakukan kegiatan yang bisa mengganggu keamanan, ketertiban umum bahkan membahayakan Indonesia.

Manullang mengatakan dirinya geram dengan pihak asing yang kerap mengganggu kedaulatan Indonesia. Ia menduga kuat John Sauven sengaja disusupkan dan menjadi kaki tangan asing di Indonesia untuk menggagalkan rencana pengembangan energi nuklir untuk damai di Indonesia.

Dia juga mengatakan, indikasi ini dapat dilihat dari berbagai konflik masyarakat adat pasca-masuknya Greenpeace ke Indonesia.

Pemerintah Indonesia saat ini tengah mengembangkan potensi tenaga nuklir, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Greenpeace menentang keras program tersebut. Menurut Manullang, program nuklir merupakan salah satu isu yang cukup menarik di dunia intelijen. Apalagi, operasi intelijen melakukan cara apa pun demi mencapai tujuannya.

“Program nuklir merupakan salah satu isu intelijen yang cukup menarik. Greenpeace memang organisasi lingkungan, tapi harus diingat intelijen itu selalu menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. Itu sebabnya, langkah Imigrasi yang berupaya mencegah masuknya John Sauven bisa dikategorikan sebagai kontraterorisme. Harus didukung demi Merah Putih,” katanya.

Sebelum ini, bulan Oktober tahun lalu, pemerintah Indonesia pernah menolak kehadiran kapal Rainbow Warrior II milik Greenpeace ke Jakarta. Kala itu, dua kapal Angkatan Laut bahkan memerintahkan agar Rainbow Warrior II keluar dari perairan Indonesia. Banyak kalangan menilai kedatangan kapal Rainbow Warrior II ke Indonesia justru membawa agenda terselubung yakni ingin merongrong kepentingan nasional Indonesia. [guh]

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Menelusuri Perjalanan Baru Vision dalam Serial VisionQuest

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:29

Usai Mandek, Harga Emas Antam Langsung Anjlok Hari Ini

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:22

Polisi Rilis 13 Korban Ledakan Pertokoan Pasar Cimanggis Tangsel

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:17

COP31 Jadi Momentum Prabowo Percepat Transisi Energi

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:08

PM Baru Maroko Temui Raja, Bahas Pembentukan Pemerintahan Baru

Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:03

Pertamina Kerahkan Armada Tambahan dan Terminal 24 Jam untuk Normalisasi BBM di Bal

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:54

4,4 Juta Sertifikat Halal Terbit Jelang Batas Akhir, Didominasi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:46

Pengamat Dorong Percepatan Jargas dan CNG untuk Tekan Impor LPG

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:42

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS, BI Langsung Buka Suara

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38

Badai PHK Melanda Netflix Saat Pertumbuhan Melambat

Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:27

Selengkapnya