Berita

RESHUFFLE KIB II

Tunggu Sikap PKS, Bukti Nyata SBY Tersandera

JUMAT, 14 OKTOBER 2011 | 13:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Penegasan Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa bahwa anggapan sementara kalangan bahwa Presiden tersandera, terdikte, terikat tangannya oleh partai koalisi pendukung pemerintah merupakan fatamorgana belaka dinilai tidak berbasis fakta.

Karena faktanya, SBY memang tersandera.

Pengamat politik M. Dwi Fajri mengatakan sikap SBY yang mengunggu keputusan final Partai Keadilan Sejahtera yang akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional siang ini apakah tetap berada di koalisi atau tidak merupakan bukti nyata bahwa SBY tersandera. Menurutnya, kalau memang menilai bahwa menteri dari PKS tidak cakap, SBY harusnya langsung mencopot tanpa harus meminta persetujuan dari partai asal menteri.


"SBY ingin menampakkan dirinya tegas, tapi yang justru kelihatan SBY betul-betul tersandera. SBY tidak sadar bahwa di negeri ini hanya dia yang punya hak prerogatif. Tapi sayang tidak digunakannya dengan baik," tegasnya saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Sikap SBY tersebut juga semakin meneguhkan anggapan selama ini bahwa SBY menerapkan politik akomodatif. Dia ingin semua partai, terlebih yang sudah masuk ke dalam barisan koalisi, tetap berada di barisannya.

"Tapi dia ingin tetap dicitrakan tegas," ungkap dosen FISIP Uhamka ini.

Meski memang dia menilai, PKS perlu mengeluarkan sikap tegas apakah di barisan koalisi atau menjadi oposisi. Karena selama ini, PKS selalu bermain dua kaki. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya