Berita

yahdil harahap/ist

UJI KELAYAKAN KPK

KPK Terancam Bubar kalau DPR-Pemerintah Belum Juga Bersepakat Jumlah Calon

KAMIS, 13 OKTOBER 2011 | 16:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Proses pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terancam deadlock. Pasalnya, sampai saat ini masih terjadi perbedaan pandangan antara pemerintah dan DPR, terkait jumlah calon pimpinan KPK yang akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan.

"Walaupun akan ada lagi rapat dengan Menkum HAM, Senin depan," kata anggota Komisi III DPR, Yahdil Abdi Harahap di gedung DPR, Senayan, Jakarta, (Kamis,13/10.

Politisi PAN ini sendiri pesimis dalam rapat yang akan digelar bersama menteri pekan depan itu akan menghasilkan titik temu.


Kalau sampai terjadi deadlock, Yahdil khawatir agenda Komisi III DPR untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon pimpinan KPK untuk menggantikan pimpinan KPK periode sekarang gagal.

"Persoalannya, kalau fit and proper test calon pimpinan KPK gagal digelar, dengan sendirinya akan terjadi kekosongan pimpinan KPK untuk periode mendatang," ujarnya.

Dia menambahkan, kalau hal itu terjadi, berarti  KPK dengan sendirinya akan bubar. Karena masa jabatan pimpinan KPK saat ini sampai Desember tahun ini.

Jika terjadi kekosongan pimpinan KPK, otomatis akan berimbas kepada upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Padahal, katanya, selama ini hanya KPK yang menjadi tumpuan masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

Kalau hal itu terjadi, DPR pun akan disalahkan sementara banyak fraksi yang setuju dengan 8 calon yang diajukan pemerintah, dan ada yang menolak.

"Fraksi saya adalah salah satu yang setuju dengan 8 calon yang diajukan pemerintah, meskipun memang putusan MK itu menurut saya salah. Tapi karena adanya kekhawatiran itu, maka fraksi saya menyetujuinya," ujar Yahdil menambahkan. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya