Berita

ahmad yani

MOCHTAR MOHAMMAD BEBAS

Ahmad Yani: Emang KPK Pemilik Kebenaran di Republik Ini?

KAMIS, 13 OKTOBER 2011 | 11:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Hakim memiliki kemerdekaan untuk memutuskan apakah seseorang bersalah atau tidak berdasarkan alasan bukti yang ada. Karena itu semua pihak harus menghormati kemerdekaan hakim tersebut.

"Kok kita jadi heboh dengan putusan pengadilan Tipikor Bandung. Kok kita menghakimi hakim. Kalau semua proses pengadilan di Tipikor, semua harus dihukum, maka itu penzaliman," kata anggota Komisi III DPR Ahmad Yani kepada Rakyat Merdeka Online pagi tadi.

Hal itu ia katakan terkait dengan vonis bebas yang diputuskan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung kepada Walikota Bekasi non aktif Mochtar Mohammad.


"Kalau memang JPU tidak mampu meyakinkan dalil-dalil dakwannya dengan alat bukti yang ada dan hakim mengatakan unsur tidak pidana tidak terbukti. Ya, itu lah kemerdekaanya hakim. Kita sepakat koruptor harus dihukum mati. Tapi harus ada alat buktinya. Hakim jangan diteror. Sekarang hakim diteror kalau mau membebaskan orang. Itu sudah mencampuri kemandirian hakim. KY harus ngomong," tambahnya.

Karena itu dia menegaskan, KPK tidak etis mengomentari keputusan hakim tersebut. Kalau memang keberatan atas vonis hakim tersebut, KPK bisa menggunakan mekanisme yang ada seperti kasasi, bukan mengomentari putusan hakim.

"KPK tidak punya kewenangan menilai kerja institusi lain. Orang menilai KPK, diributkan. Tapi dia seenaknya menilai orang. Emang KPK pemilik kebenaran di republik ini," demikian Yani sambil menambahkan kalau memang ada dugaan adanya suap dalam putusan tersebut, silakan diusut tapi jangan langsung menghakimi. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya