Berita

Arbi Sanit/ist

Arbi Sanit: Nggak Ada Guna SBY Tambah Wakil Menteri

KAMIS, 13 OKTOBER 2011 | 10:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Presiden SBY akan memperkuat Kabinet Indonesia Bersatu II dengan menambah wakil menteri di kementerian yang strategis. Mestinya, kinerja kementerian pada periode mendatang akan semakin efektif.
 
"Mestinya, kalau logikanya jalan, satu barang dikerjakan dua orang, ya akan efektif dua orang. Asal jangan kebanyakan. Kalau kebanyakan nanti akan berebutan nanti," kata pengamat politik Arbi Sanit kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Tapi dia tidak yakin logika itu akan berjalan. Hal ini berkaca pada beberapa kementerian yang sudah memiliki wakil kementerian, tapi tetap saja masih kinerja tidak bagus. Misalnya, Kementerian Perhubungan. Kecelakaan masih kerap terjadi.


"Nggak ada gunanya. Tidak lebih baik kebijakan menterinya," ungkapnya.

Justru dia melihat, kebijakan menambah Wamen itu upaya SBY untuk menambah pendukung dari kalangan birokrat. Karena selama ini, wamen berasal dari kelompok tersebut.

Sebelumnya, sudah ada 10 wakil menteri. Berikut nama-namanya:

1. Wakil Menteri Luar Negeri Triyono Wibowo
2. Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin
3. Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun
4. Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar
5. Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi
6. Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono
7. Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak
8. Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal
9. Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Lukita Dinarsyah Tuwo
10. Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya