Berita

mari pangestu/ist

Menteri Mari E. Pangestu Benar-benar Kebablasan

KAMIS, 13 OKTOBER 2011 | 09:35 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kondisi Perdagangan Dalam Negeri saat ini benar-benar tidak terkendali lagi dengan masuknya barang Impor. Padahal, barang impor itu bisa diproduksi dan berlimpah di dalam negeri, termasuk produk hasil pertanian.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi VI DPR Mahfudz Abdurrahman menanggapi unjuk rasa aksi yang digelar petani kentang yang menolak kebijakan impor pada Selasa kemarin di Istana Negara.

"Benar-benar sudah kebablasan! Saya tidak bisa bilang apa-apa lagi. Kemarin (impor) beras, gula, garam dan sekarang kentang. Saya sedih melihat saudara-saudara kita petani kentang, jauh-jauh dari Jawa Tengah datang ke Jakarta
berunjukrasa untuk memperjuangkan nasib mereka yang semakin terjepit," kata

berunjukrasa untuk memperjuangkan nasib mereka yang semakin terjepit," kata
Mahfudz kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Karena itu, ia meminta Presiden SBY memperhatikan kesulitan rakyat sebagai dampak dari kebijakan yang dibuat bawahannya, dalam hal ini Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu. Hal ini, menurut Mahfudz, karena sudah cukup banyak kesulitan yang dihadapi pedagang karena kebijakan Kementerian Perdagangan yang sudah kebablasan membuka keran Impor.

"Kami di Komisi VI juga akan meminta penjelasan dari Menteri Perdagangan terkait Kebijakan Impornya. Karena sekarang sudah benar-benar kebablasan," tegasnya.

Padahal dia mengingatkan, sebagus-bagusnya atau bahkan semurah-murahnya produk dari luar negeri, masih jauh lebih berkah dan bermanfaat kalau kita memberdayakan dan menggunakan produk dalam negeri yang dihasilkan petani kita sendiri. Karena, itu artinya kita berkontribusi menggerakkan sektor perekonomian dalam negeri. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya