Berita

PKS Untung kalau Ditendang SBY

RABU, 12 OKTOBER 2011 | 12:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Partai Keadilan Sejahtera justru akan mendapatkan keuntungan bila pada akhirnya ditendang Presiden SBY dari Kabinet Indonesia Bersatu II, seperti yang banyak disuarakan elit Demokrat. Karena, PKS akan berkonsentrasi penuh menghadapi 2014. Dan sudah barang tentu kelemahan pemerintah akan menjadi komoditas politik PKS.

Hal itu diungkapkan pengamat politik dari The Indonesia Institute Abdurrahim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.

"Sekarang ini dari survei-survei, betapa pun survei itu masih kontroversi, tapi pada umumnya kepuasan publik pada pemerintah SBY ini kan sudah turun drastis. Artinya partai apa pun yang melakukan kritik keras terhadap kebijakan pemerintah, kemungkinan besar akan mendapatkan simpati. Apalagi kalau PKS dikeluarkan karena tidak sejalan dengan SBY. Itu akan menjadi kentungan politik bagi mereka," ungkapnya.


Meski begitu, Rohim memaklumi kenapa PKS tidak keluar, meski menurutnya, partai dakwah itu akan untung kalau berada di luar pemerintahan. PKS memiliki komitmen dengan SBY untuk mengawal pemerintahan ini sampai 2014.

"Jadi mereka menunggu dikeluarkan, bukan keluar sendiri. Kalau keluar sendiri beda nilainya. Kalau mereka kampanye misalnya, mengkritik pemerintah karena dikeluarkan, message-nya lebih kuat," tandasnya.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya