Berita

anas urbaningrum/ist

RESHUFFLE KIB II

SBY Tak Anggap Anas Urbaningrum

RABU, 12 OKTOBER 2011 | 11:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kontrak khusus antara PKS dengan Presiden SBY saat ini menjadi tanda tanya besar.

Kalau pun kontrak itu ada, kader Demokrat sendiri tampaknya tidak tahu. Makanya dalam setiap isu reshuffle muncul, elit partai berlambang bintang mercy itu meminta agar menteri PKS dicopot dari jabatan menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB).

"Dan kita sudah bisa menebak ujungnya. Ujungnya yang selama ini terjadi antara sikap SBY dengan elit Demokrat itu berbeda," kata pengamat politik Abdurrahim Ghazali kepada Rakyat Merdeka Online siang ini.


Dia mengingatkan, hal yang sama juga terjadi pada saat isu reshuffle mencuat pasca Pansus Pajak yang gagal dibentuk di DPR. Saat itu, elit Demokrat termasuk Anas Urbaningrum, ramai-ramai mendesak SBY mencopot menteri asal PKS.  

"Itu kan keras sekali antara Demokrat dan elit PKS. Tapi pada akhirnya SBY tidak melakukan apa-apa. Makanya sekarang kalau SBY mengikuti elit Demokrat itu, itu akan menjadi surprise luar biasa buat publik," ungkapnya.

Bagi Rohim, bukan hal yang baru bila SBY tidak menganggap Anas Urbaningrum. Bahkan, sampai saat ini  Ketua Dewan Penasihat Partai Demokrat itu, tidak pernah mengajak elit Demokrat untuk bicara soal reshuffle. Selain menilai bahwa Demokrat masih terpecah terutama pasca kasus Nazaruddin, SBY juga sudah menegaskan bahwa Demokrat diwakili dirinya sendiri.

"Karena pada saat Rakornas di Sentul SBY dengan tegas mengatakan Demokrat ini dibawah kendali saya," ungkap peneliti The Indonesia Institute ini.

Artinya SBY tidak menganggap Anas?

"Itu nggak usah diucapkan. Kan dari awal juga begitu," tandasnya.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya