Berita

sby

Percuma Reshuffle kalau SBY Tak Berubah

RABU, 12 OKTOBER 2011 | 10:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kunci sukses jalannya pemerintahan tergantung dari sikap dan ketegasan seorang Presiden. Karena itu, yang harus diperhatikan bukan saja mencopot para menteri, tapi Presiden sendiri juga harus mengubah pola kepemimpinannya.

Makanya, bagi Wakil Sekretaris Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding, ada atau tidak adanya reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, tidak akan membawa perubahan signifikan terhadap perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Karena itu kan tergantung dari kepemimpinan nasional yang berkarakter dan tegas," katanya kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.


Kunci sukses reshuffle KIB II diingatkannya ada pada sifat kepemimpinan SBY sendiri.

"Kalau Pak SBY juga masih menganut pola-pola kepemimpinan yang kayak kemarin, lebih mengedepankan citra ketimbang implementasi dari program-progam yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, saya kira reshuffle tidak akan membawa dampak yang siginifikan," tandasnya.

Tapi menurutnya, kalau pun memang akan merombak kabinet, SBY harus menempatkan orang yang punya kapasitas dan kapabilitas untuk duduk di jajaran pemerintahan. Untuk itu, SBY harus mengesampingkan kompromi politik dengan partai pendukungnya.

Siapa menteri yang layak dicopot?

Menurutnya, menteri-menteri yang jajaran di kementeriannya tersangkut kasus suap, seperti Menteri Negara Pemuda Olahgara Andi Mallarangeng, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo harus di-reshuffle. Begitu juga Menteri Perhubungan Freddy Numberi harus dicopot. Karena dia gagal membenahi sistem transportasi terbukti dengan banyaknya kecelakaan.[zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya