Berita

MARI ELKA PANGESTU/ist

PAN: Menteri Mari E. Pangestu Sudah Bekerja Keras

SELASA, 11 OKTOBER 2011 | 16:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Mari Elka Pangestu sudah bekerja keras selama berada di Kabinet Indonesia Bersatu II, terlebih bila dibandingkan dengan menteri-menteri lainnya. Meski begitu, wajar saja kalau ada pengamat yang menilai Menteri Perdagangan layak dievaluasi karena kebijakannya yang tidak pro komoditi dalam negeri.

Hal itu dikatakan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN Nasril Bahar kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 11/10).

Namun, satu hal yang sedikit mengganjal Menteri Mari, menurut Nasril adalah soal belum diserahkannya draf RUU Perdagangan. Padahal, hal itu sudah diminta Komisi Perdagangan DPR untuk segera diserahkan sejak Menteri Mari duduk di KIB I.


"Saya melihat satu hal kebijakan dari pemerintah cq Menteri Perdagangan perihal belum terwujudnya payung hukum dalam bentuk UU Perdagangan. UU Perdagangan kita sampai hari ini masih memakai UU Perdagangan zaman Belanda. Jadi kita belum punya UU Perdagangan sampai saat ini," ungkapnya.

Nasril sendiri belum tahu kenapa Menteri Mari belum juga menyerahkan draf tersebut ke DPR. Padahal, dalam beberapa kesempatan pertemuan dengan DPR, Menteri Mari telah berjanji akan segera menyerahkannya ke DPR, sebagai mitranya.

Apakah Komisi VI DPR masih memberikan toleransi kepada Menteri Mari yang belum juga menyerahkan draf tersebut padahal sudah berjanji sejak KIB I?

"Nah ini, kita memberikan semacam teguran keras kepada Ibu Menteri ke depan segera memasukkan draf itu ke DPR. Sehingga ini tidak jadi persoalan ke depan ketika mengakhiri KIB II. Ini sebuah prestasi dari Ibu Menteri sendiri. Kalau dia tidak memunculkan ini, ada desakan (agar dia dievaluasi) wajar-wajar saja. Tapi kalau dari segi kinerja, saya pikir sudah cukup baik," tandasnya. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya