Berita

patrialis akbar/ist

RESHUFFLE KIB II

Waduh, Patrialis Akbar Dituding Ngibul

SELASA, 11 OKTOBER 2011 | 09:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Menteri Hukum dan Patrialis Akbar dianggap berhasil membenahi masalah imigrasi. Tapi, dalam hal pengelolaan lembaga pemasyarakatan, politisi PAN itu kurang berhasil.

"Tapi kalau dari sudut Lapas, kelihatannya kurang berhasil. Tetap marak terjadi distribusi narkoba di penjara. Padahal dari awal sudah dibilang agar dipasang CCTV, tapi belum dijalankan," kata anggota Komisi III DPR Nudirman Munir kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.

Bahkan lebih jauh, masih kata politikus Golkar ini, untuk urusan legislasi, Patrialis gagal. Karena sampai saat ini, Patrialis belum juga mengajukan draf perubahan Kitab Undang undang Hukum Pidana dan Kitab Undang undang Hukum Acara Pidana.


"Janjinya September (diserahkan), tapi sampai sekarang belum juga diserahkan. Berarti kan ngibul juga. Kalau ada penegak hukum yang kurang sependapat, itu bukan urusan dia," tegasnya.

Nudirman optimistis, apabila draf perubahan KUHP dan KUHAP diserahkan ke DPR dan disahkan, akan ada perubahan yang signifikan dalam penegakan hukum di negeri ini. Tapi sebaliknya, kalau tidak juga diserahkan, sampai 'lebaran kuda' tidak bakalan ada perubahan.

"Itukan kan sisa zaman Belanda. Dimana Belanda selalu benar dan inlander selalu salah. Penegak hukum selalu benar dan rakyat selalu kalah. Sepanjang KUHP dan KUHAP nggak ada perbaikan, walaupun sudah ada KPK, nggak bakalan (ada perubahan). Karena itu lah rohnya," ungkap Nudirman.

Meski begitu, Nudirman memandang, Patrialis masih perlu diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan hal-hal yang bolong atau mengerjakan yang belum dikerjakan. Bila sampai setengah periode masa pemerintahan atau menjabat sebagai menteri selama 2,5 tahun, belum juga ada perbaikan, lanjut Nudirman, barulah Patrialis layak diganjar rapor merah alias diganti. [zul]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya